majalahsuaraforum.com-Kegiatan magang di Lapas Pemuda Kelas III Plantungan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal lingkungan kerja, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran secara langsung melalui berbagai kegiatan lapangan. Dengan didampingi mentor, peserta magang mendapatkan pengalaman praktik mengenai teknik berkebun dan beternak yang dikembangkan dalam kegiatan kemandirian di Lapas.
Di lapangan, mentor memberikan pembelajaran mulai dari pengolahan media tanam, penyemaian bibit, perawatan tanaman, pemupukan, hingga pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan Lapas. Peserta magang juga diajak memahami bagaimana proses perawatan tanaman dilakukan secara rutin agar pertumbuhan dapat berjalan optimal.
Tidak hanya bidang pertanian, pembelajaran juga mencakup kegiatan peternakan. Peserta magang diperkenalkan dengan teknik perawatan ternak, kebersihan kandang, pemberian pakan, pemanfaatan pakan alternatif, serta pentingnya menjaga kondisi lingkungan kandang agar tetap sehat dan nyaman bagi ternak.
Kepiawaian mentor dalam memberikan arahan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teori, tetapi langsung dipraktikkan di lapangan sehingga peserta magang dapat memahami setiap tahapan kegiatan secara lebih nyata.
Kalapas Pemuda Plantungan, **Suharno**, menyampaikan bahwa kegiatan magang di lingkungan Lapas diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi peserta.
> “Kami ingin peserta magang tidak hanya mengenal tugas dan lingkungan kerja, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dari berbagai kegiatan yang ada di Lapas. Melalui pendampingan mentor, mereka dapat belajar teknik berkebun dan beternak sekaligus memahami bagaimana kegiatan tersebut dikelola secara disiplin dan berkelanjutan,” ujar Suharno.
Menurutnya, kegiatan lapangan juga menjadi bagian dari upaya Lapas Pemuda Plantungan untuk terus mengembangkan kegiatan kemandirian melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia.
Dengan pembelajaran langsung tersebut, peserta magang diharapkan mampu memperoleh wawasan baru, meningkatkan keterampilan praktis, serta memahami pentingnya kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan. Pengalaman yang diperoleh selama magang menjadi bekal berharga untuk diterapkan dalam kegiatan maupun kehidupan setelah menyelesaikan masa magang.(hil)











