Home / Ekonomi / Rupiah Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Investor Cermati Sentimen Global

Rupiah Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Investor Cermati Sentimen Global

Foto. Ist 

majalahsuaraforum.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (28/9/2026). Mata uang Garuda bergerak semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya permintaan terhadap mata uang Amerika Serikat dan sikap hati-hati investor menjelang sejumlah agenda ekonomi penting.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 0,42% atau 75 poin ke posisi Rp17.978 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (25/9/2026) yang berada di level Rp17.903 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Baht Thailand tercatat turun 0,56% terhadap dolar AS. Selanjutnya, won Korea Selatan melemah 0,42% dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,27%.

Mata uang India juga mengalami pelemahan sebesar 0,11%, sedangkan peso Filipina turun 0,10%. Dolar Taiwan terkoreksi 0,09%, dolar Singapura melemah 0,07%, dan yen Jepang turun 0,02%.

Sementara itu, yuan China tercatat melemah 0,02% dan dolar Hong Kong turun tipis 0,01% terhadap dolar AS.

Permintaan Dolar Meningkat Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah meningkatnya kebutuhan dolar AS dari importir.

Selain itu, arus keluar dana asing turut memberikan tekanan terhadap rupiah. Penguatan indeks dolar AS juga menjadi faktor lain yang membuat mata uang Garuda bergerak melemah.

Kondisi pasar turut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, investor cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang keluarnya sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat maupun Indonesia.

“Dari AS, akan ada data rilis tenaga kerja Jolt dan NFP, dan inflasi PCE. Dari domestik, data inflasi dan perdagangan,” terang Lukman, Senin (28/9/2026).

Berbagai sentimen tersebut membuat pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya diperkirakan masih berlangsung fluktuatif.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pergerakan rupiah yang semakin mendekati level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar. Tekanan tersebut terjadi ketika sejumlah mata uang regional juga mengalami pelemahan, sementara permintaan terhadap dolar AS meningkat.

Perkembangan data ekonomi dari Amerika Serikat dan Indonesia serta kondisi geopolitik global selanjutnya akan menjadi sejumlah faktor yang dicermati pasar dalam melihat arah pergerakan rupiah.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh