majalahsuaraforum.com – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kembali bertambah. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 15.00 WITA, tercatat 55 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Peninjauan dilakukan pada hari ketiga setelah gempa terjadi.
Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah korban di wilayah tersebut mencapai 187 orang, terdiri dari 55 korban meninggal dan 132 korban luka.
“Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” terang Kabasarnas.
Saat mengunjungi lokasi pengungsian, Syafii memberikan penguatan kepada masyarakat yang terdampak. Ia meminta warga tetap berhati-hati karena kemungkinan terjadinya gempa susulan masih ada.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi roboh guna menghindari risiko tambahan selama proses penanganan bencana.
Kabasarnas turut mengajak warga untuk saling membantu dan memberikan dukungan kepada sesama korban. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses penanganan pascabencana dapat berjalan secara optimal.
Setelah meninjau posko pengungsian, Syafii mendampingi Mendagri menuju Posko SAR di Manggarai Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan Basarnas akan terus menjalankan tugas pencarian dan pertolongan selama 24 jam di berbagai wilayah yang terdampak.
Ratusan Personel Dikerahkan Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang ditempatkan di sejumlah daerah terdampak.
Sebanyak 11 personel bertugas di Kabupaten Nagekeo, lima personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, serta 14 personel dari tim pusat.
Selanjutnya, 21 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka. Di Kabupaten Manggarai Barat, terdapat sembilan personel yang diperkuat 23 personel dari tim pusat.
Sementara itu, 17 personel dikerahkan ke Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250. Operasi juga mendapat dukungan tujuh personel kru helikopter HR 3604.
Jika dihitung secara keseluruhan, operasi penanganan gempa melibatkan 711 personel dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Kantor SAR Maumere bersama tim SAR pusat terus melakukan berbagai upaya di wilayah terdampak. Kegiatan meliputi pencarian, pertolongan, evakuasi korban, hingga pemantauan kondisi di sejumlah lokasi.
Pengerahan personel dan berbagai sarana pendukung terus dikoordinasikan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara efektif.
Basarnas juga memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap terjaga selama operasi berlangsung. Keselamatan masyarakat serta upaya memberikan pertolongan kepada korban menjadi prioritas utama dalam seluruh proses penanganan gempa.
Red.











