Home / Olahraga / Marc Marquez Gagal Tampil Maksimal di Silverstone, Kini Terpaut 40 Poin dari Jorge Martin

Marc Marquez Gagal Tampil Maksimal di Silverstone, Kini Terpaut 40 Poin dari Jorge Martin

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, harus menerima hasil kurang memuaskan pada MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026). Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ketujuh dan kembali kehilangan posisi dalam persaingan klasemen sementara.

Hasil tersebut cukup mengecewakan bagi Marquez setelah sebelumnya menunjukkan performa yang menjanjikan sebelum jeda musim panas. Ia bahkan sempat menghidupkan kembali peluang dalam perebutan gelar setelah meraih tiga kemenangan Grand Prix dari empat balapan.

Dalam balapan di Silverstone, Marquez sebenarnya mengawali lomba dengan cukup baik. Ia sempat berada di posisi ketiga pada lap pertama. Namun, kecepatannya kemudian tidak mampu dipertahankan hingga akhir balapan.

Marquez menegaskan hasil buruk tersebut bukan disebabkan oleh masalah besar pada motor maupun ban. Menurutnya, Ducati Desmosedici yang dikendarainya tetap bekerja dengan baik sepanjang perlombaan.

Ketika ditanya mengenai penyebab dirinya tidak mampu bersaing di posisi depan, juara dunia enam kali tersebut memberikan jawaban singkat.

“Myself (saya sendiri),” kata Marquez.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak menemukan cara untuk meningkatkan kecepatan meskipun performa motor dan ban dinilainya tidak bermasalah.

“Motornya bekerja dengan baik, bannya juga bekerja dengan baik. Ban bekerja lebih baik untuk semua orang. Hal baiknya, kami tidak mengalami penurunan yang besar. Saya mengelolanya dengan baik pada lap-lap awal,” ujar Marquez.

Menurut Marquez, kondisi ban sebenarnya masih memungkinkan dirinya mempertahankan kecepatan hingga lap-lap terakhir. Namun, ia tidak mampu memanfaatkan kondisi tersebut secara maksimal.

“Hari ini, saya tidak bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik. Posisi ketujuh adalah sesuatu yang sebenarnya sudah bisa kami perkirakan di atas kertas. Hasil optimistis adalah lima besar, tetapi kami tidak mampu mengelolanya dengan cara terbaik,” tuturnya.

Karakter Silverstone Jadi Tantangan Sirkuit Silverstone memang bukan salah satu lintasan yang paling sesuai dengan karakter balap Marquez. Sebelumnya, pebalap asal Spanyol itu telah mengakui terdapat sejumlah bagian lintasan yang tidak terlalu cocok dengan gaya berkendaranya.

Dalam kondisi normal, Marquez biasanya dapat mengompensasi kelemahan tersebut dengan kecepatan di sektor lain. Namun, kondisi fisiknya yang masih menjalani proses pemulihan cedera bahu turut membuatnya tidak dapat memaksakan gaya balap seperti biasanya.

Ketika ditanya apakah cedera tersebut atau karakteristik Silverstone menjadi penyebab utama performanya, Marquez memilih tidak menunjuk salah satu faktor secara spesifik.

“Itulah yang saya miliki dan saya harus mengelolanya,” katanya.

Marquez juga menyadari masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya dalam menjaga konsistensi performa selama satu balapan penuh.

Menurutnya, kemampuan untuk tampil cepat dalam satu lap sudah menunjukkan perkembangan. Namun, ia belum berhasil mempertahankan tingkat kecepatan tersebut sepanjang perlombaan.

“Sekarang, ini pertama kalinya saya bisa berkendara dengan baik saat time attack, tetapi daya tahan adalah bagian yang harus saya tingkatkan. Kita lihat nanti,” ujarnya.

Posisi di Klasemen Kembali Merosot Finis ketujuh di Silverstone berdampak terhadap posisi Marquez dalam klasemen sementara MotoGP 2026. Setelah jeda musim panas, ia sebelumnya datang dengan momentum positif berkat serangkaian hasil bagus.

Tiga kemenangan Grand Prix dalam empat balapan sebelumnya membuat Marquez kembali masuk dalam persaingan papan atas dan mengantarkannya ke posisi ketiga klasemen.

Namun, hasil di Inggris membuat posisinya kembali turun. Marquez kini berada di peringkat keempat klasemen sementara.

Ia tertinggal 40 poin dari Jorge Martin yang memperkuat Aprilia dan saat ini berada di puncak klasemen.

Situasi tersebut membuat perjuangan Marquez untuk mengejar gelar juara dunia kembali menghadapi tantangan. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tekanan dalam klasemen semakin besar.

Marquez Tidak Ingin Panik Marquez mengatakan dirinya tidak memiliki alasan untuk panik meskipun jarak poin dengan pemuncak klasemen semakin melebar.

Baginya, tujuan utama dalam setiap balapan adalah menikmati kesempatan berada di atas motor sekaligus memberikan kemampuan terbaik. Ia juga tidak ingin menjadikan kegagalan meraih gelar sebagai sesuatu yang akan menentukan kehidupannya setelah pensiun dari persaingan.

“Tidak, karena semuanya tergantung pada tujuan Anda. Tujuan saya adalah menikmati berada di atas motor.”

Marquez tetap mengakui bahwa menjadi juara dunia merupakan target utama yang ingin dicapainya. Namun, ia tidak bersedia mengambil risiko berlebihan hanya untuk mengejar tambahan poin.

“Ya, tujuannya adalah memenangkan gelar. Tetapi jika tidak, itu tidak akan mengubah kehidupan saya di masa depan,” katanya.

Ia memastikan pendekatannya dalam menghadapi sisa musim tidak akan berubah meskipun persaingan menuju gelar MotoGP 2026 semakin ketat.

“Ambisi saya tetap sama. Cara menghadapi akhir pekan balapan juga sama, tetapi selalu realistis dan tidak terburu-buru,” ujar Marquez.

Dengan masih terdapat sejumlah seri yang harus dijalani, Marquez memilih menjadikan hasil di Silverstone sebagai bahan evaluasi. Ia tidak ingin satu akhir pekan yang mengecewakan membuatnya mengubah strategi secara berlebihan dalam upayanya mengejar gelar juara dunia MotoGP 2026.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh