majalahsuaraforum.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan (Lapster NK) terus mendorong pemanfaatan lahan secara kreatif dan produktif. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pembuatan pagar hidup menggunakan batang singkong, yang pengerjaannya saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Senin, (5/10)
Pembuatan pagar hidup tersebut berawal dari gagasan Kalapas Terbuka Nusakambangan, Agung Nurbani, untuk memanfaatkan batang singkong yang tersedia di lingkungan pertanian agar tidak terbuang begitu saja. Batang singkong ditanam secara berjajar di sepanjang area pertanian sehingga nantinya dapat tumbuh menjadi pagar alami sekaligus tanaman produktif.
Ketua Pokja Hortikultura, Suteng, mengatakan gagasan tersebut kemudian diwujudkan bersama jajaran dan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian.
“Ini merupakan gagasan dari Bapak Kalapas untuk memanfaatkan batang singkong yang ada menjadi pagar hidup. Selain sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar, nantinya pagar ini juga bisa tumbuh dan menghasilkan. Jadi bukan hanya sebagai pembatas, tetapi tetap produktif,” ujar Suteng.
Menurutnya, pemanfaatan batang singkong sebagai pagar hidup juga menjadi bentuk optimalisasi hasil pertanian sekaligus mendukung penghijauan di kawasan Lapster NK.
Sementara itu, Kasi Binapi dan Giatja, Agus Pujiono, menyampaikan bahwa inovasi tidak selalu harus menggunakan teknologi atau biaya yang besar. Menurutnya, hal yang sederhana di sekitar lingkungan Lapas dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat.
“Kita melihat ada potensi yang bisa dimanfaatkan. Batang singkong jangan hanya dianggap sebagai sisa setelah panen, tetapi bisa kita tanam kembali menjadi pagar hidup. Sederhana, murah, ramah lingkungan, dan nantinya juga menghasilkan. Ini yang kita dorong, bagaimana setiap kegiatan di Lapas bisa memberikan nilai tambah,” ungkap Agus.
Saat ini pengerjaan pagar hidup tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Setelah rampung, pagar singkong diharapkan dapat menjadi pembatas alami sekaligus memperindah kawasan pertanian Lapster NK.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Lapster NK dalam mengembangkan pertanian yang produktif, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan setiap potensi yang tersedia di lingkungan Lapas.(hil)










