Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Korea Selatan mengalami hari dengan suhu udara tertinggi sepanjang sejarah pencatatan modern setelah temperatur mencapai 42,5 derajat Celcius pada Minggu (2/8/2026). Kondisi cuaca ekstrem tersebut mendorong pemerintah meningkatkan status tanggap darurat serta memperkuat berbagai langkah perlindungan bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Korea yang dikutip dari TRT World, suhu tertinggi tersebut tercatat di Kota Yangsan, sekitar 310 kilometer di tenggara Seoul, pada siang hari. Angka itu menjadi rekor baru sejak pengamatan cuaca modern dimulai di Korea Selatan pada tahun 1904.
Laporan Yonhap News menyebutkan bahwa Kota Yangsan telah mencatat suhu di atas 40 derajat Celcius selama lima hari berturut-turut. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa suhu udara masih berpotensi meningkat hingga melampaui 43 derajat Celcius dalam beberapa waktu ke depan.
Gelombang panas juga dirasakan di Kota Gyeongju, yang berjarak sekitar 240 kilometer di tenggara ibu kota Seoul. Suhu di wilayah tersebut mencapai 40,2 derajat Celcius, menjadi kali pertama kota itu mencatat temperatur di atas 40 derajat Celcius sepanjang tahun ini.
Menghadapi cuaca yang semakin ekstrem, pemerintah Korea Selatan menetapkan status darurat Level 2 bagi markas penanggulangan bencana nasional. Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat koordinasi antarinstansi pemerintah dalam menangani dampak gelombang panas yang terus meningkat.
Selain menaikkan status siaga, Perdana Menteri Han Seong-sook menginstruksikan seluruh kementerian serta pemerintah daerah agar memperketat pengawasan terhadap keselamatan kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak suhu tinggi, seperti lansia, anak-anak, dan pekerja luar ruangan.
Pemerintah juga meminta seluruh instansi terkait memastikan pasokan listrik dan air tetap tersedia secara stabil selama periode gelombang panas berlangsung, guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat di tengah suhu ekstrem yang melanda berbagai wilayah Korea Selatan.
Red.











