Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Pemerintah Venezuela kembali memperbarui data korban akibat gempa kembar yang mengguncang negara tersebut pada akhir Juni 2026. Hingga proses evakuasi dan pembersihan reruntuhan masih berlangsung, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan terus bertambah dan kini mencapai 3.685 jiwa.
Perkembangan terbaru tersebut disampaikan oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez. Pemerintah, kata dia, terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan, terutama ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
“Hingga saat ini, sebanyak 3.685 orang dinyatakan meninggal dunia, 16.740 lainnya mengalami luka-luka, dan 6.462 warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan,” ujar Rodriguez melalui unggahan resmi di akun Telegram miliknya, dikutip Rabu (8/7/2026).
Gempa yang melanda Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, terjadi dalam dua guncangan besar yang berlangsung hampir bersamaan atau dikenal sebagai gempa kembar (twin earthquakes). Guncangan pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat atau sekitar pukul 11.00 WIB.
Tidak lama setelah itu, tepat 39 detik kemudian, gempa kedua dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama. Guncangan beruntun tersebut menyebabkan kerusakan parah pada berbagai bangunan, mulai dari permukiman warga, gedung perkantoran, hingga fasilitas umum di sejumlah daerah terdampak.
Selain menyebabkan ribuan korban jiwa, bencana tersebut juga memicu krisis kemanusiaan. Pemerintah Venezuela mencatat sebanyak 17.907 orang kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka hancur diterjang gempa.
Dalam upaya membantu para korban, pemerintah bersama relawan internasional telah menyalurkan bantuan darurat kepada sedikitnya 86.794 keluarga yang terdampak langsung oleh bencana. Namun, distribusi bantuan masih menghadapi kendala karena sejumlah wilayah sulit dijangkau akibat akses jalan yang rusak dan tertutup longsor.
Untuk memenuhi kebutuhan para penyintas, pemerintah telah mendirikan 87 kamp penampungan sementara yang tersebar di berbagai lokasi. Selain itu, bantuan logistik berupa 9.603 ton bahan makanan pokok serta lebih dari 8,32 juta liter air bersih terus didistribusikan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan mencegah munculnya penyakit.
Pemerintah juga memprioritaskan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 25.970 warga dilaporkan telah memperoleh penanganan medis, baik untuk mengatasi luka fisik maupun trauma psikologis akibat bencana.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa operasi pencarian korban, evakuasi, serta pemulihan pascabencana akan terus dilaksanakan hingga seluruh warga yang terdampak memperoleh bantuan dan perlindungan yang diperlukan.
Red.











