Home / Hukum - Kriminal / Bareskrim Ungkap Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, Nilai Deposit Capai Rp13,9 Triliun

Bareskrim Ungkap Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, Nilai Deposit Capai Rp13,9 Triliun

majalahsuaraforum.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap aktivitas sindikat judi online berskala internasional yang beroperasi dari sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Dalam waktu sekitar dua bulan beroperasi, jaringan tersebut diketahui mengelola 145 situs perjudian dengan total transaksi deposit mencapai Rp13,9 triliun dan keuntungan bersih sekitar Rp1,69 triliun.

Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, mengungkapkan bahwa dari total 322 orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut, sebanyak 287 orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi dari 322 [yang ditangkap dari lokasi] tersebut, 287 sudah kita tetapkan menjadi tersangka, antara lain, 76 WNA China, 3 WNA Laos, 2 WNA Malaysia, 15 WNA Myanmar, 6 WNA Thailand, dan 185 WNA Vietnam,” ujar Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).

Menurut Nunung, jaringan perjudian tersebut memanfaatkan server dan layanan hosting yang berada di Brasil, Filipina, China, serta Vietnam. Hasil analisis digital terhadap salah satu platform yang digunakan para pelaku menunjukkan nilai total deposit mencapai sekitar Rp13,9 triliun.

Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa 594 unit telepon seluler, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, sejumlah perangkat router, uang tunai senilai Rp8,7 miliar, serta 155 paspor.

Dana tunai yang disita berasal dari rekening bank yang digunakan oleh empat warga negara Indonesia sebagai penampung dana operasional jaringan perjudian tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa empat warga negara Indonesia yang ditangkap berinisial DAF, DA, MAP, dan BT. Selain itu, terdapat seorang warga negara China berinisial LTH yang telah ditetapkan sebagai buronan.

“MAP ini berperan sebagai admin keuangan yang merupakan ataupun di bawahnya leader jaringan yang memiliki situs perjudian online. Kami sampaikan bahwa MAP ini turut ditangkap pada saat di Gedung Hayam Wuruk,” kata Wira.

Wira menerangkan bahwa tersangka BT bertugas membantu proses penyewaan Gedung Hayam Wuruk Plaza yang dijadikan pusat operasional sindikat. Sementara itu, DA berperan mengurus visa beserta izin tinggal warga negara asing yang direkrut untuk bekerja dalam jaringan tersebut.

Adapun DAF memiliki tugas menyediakan rekening bank beserta kartu ATM yang kemudian diserahkan kepada MAP dan LTH guna menunjang aktivitas transaksi keuangan sindikat.

“DFA ini berperan menyiapkan rekening dan kartu ATM, dimana kartu ATM-nya ini diserahkan kepada tersangka WNA yang tadi yang MAP, diserahkan kepada MAP dan atas nama tersangka LTH (DPO WN China) ini masih dalam pengejaran,” ungkap dia.

Selain menetapkan para pelaku sebagai tersangka, penyidik juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang membantu operasional jaringan, termasuk perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

“Kami mendapatkan informasi terkait orang yang menjadi sponsor dan menjamin warga negara asing ini masuk ke Indonesia. Terdapat beberapa perusahaan. Nantinya dari perusahaan ini ada 15 yang sudah terinventarisir, saat ini kami sedang melakukan pendalaman,” tutur Wira.

Hasil penyelidikan juga menemukan data statistik pada salah satu platform yang menunjukkan nilai deposit mencapai Rp13,9 triliun dengan keuntungan sekitar Rp1,69 triliun, meski aktivitas jaringan tersebut baru berlangsung selama dua bulan.

Selain itu, penyidik mengungkap bahwa para pekerja menerima gaji berkisar antara 700 hingga 800 dolar Amerika Serikat per bulan. Sebagian besar dari mereka diketahui memiliki pengalaman bekerja pada operasional jaringan judi online di luar negeri sebelum direkrut untuk beroperasi di Indonesia.

Bareskrim Polri memastikan pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual maupun pihak-pihak yang memfasilitasi keberadaan jaringan judi online internasional tersebut di Indonesia.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh