majalahsuaraforum.com – Perum Bulog terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional dengan mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat serta meningkatkan distribusi beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga beras tetap terjangkau di tengah dinamika pasar yang terjadi di sejumlah wilayah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengendalikan gejolak harga beras. Salah satu fokus utama saat ini adalah mempercepat penyaluran bantuan pangan serta memperluas distribusi beras SPHP ke masyarakat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ketersediaan stok yang besar tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program intervensi pasar guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mendekati 60 persen dari target nasional. Bantuan tersebut telah diterima oleh hampir 20 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total sasaran sebanyak 33,2 juta penerima.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan sepenuhnya sebelum akhir Juni 2026. Percepatan distribusi ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu menahan kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain menjalankan program bantuan pangan, Bulog juga terus mengintensifkan penyaluran beras SPHP ke berbagai jalur distribusi resmi. Hingga saat ini, sebanyak 315 ribu ton beras SPHP telah disalurkan melalui pasar tradisional, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Menurut Ahmad Rizal, program SPHP memiliki peran penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang tetap terkendali.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambah Ahmad Rizal.
Pemerintah menilai kombinasi antara bantuan pangan beras dan distribusi SPHP menjadi langkah efektif untuk menjaga keseimbangan pasar. Melalui dua program tersebut, pasokan beras dapat tetap tersedia dalam jumlah cukup sekaligus membantu menjaga kestabilan harga di berbagai daerah.
Bulog juga memastikan bahwa seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional apabila diperlukan.
Menutup keterangannya, Ahmad Rizal mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap kondisi stok pangan nasional karena pemerintah terus melakukan pengawasan dan penguatan distribusi di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutupnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap kestabilan harga beras dapat terus terjaga, kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah berbagai tantangan yang ada.
Lan.











