Home / Nasional / Tiga Sapi Asal Polman Berpeluang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Sulbar

Tiga Sapi Asal Polman Berpeluang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Sulbar

majalahsuaraforum.com – Proses seleksi hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk wilayah Sulawesi Barat memasuki tahap penentuan. Tiga ekor sapi asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yakni Bagong, Bima, dan Blecki, berhasil masuk nominasi utama setelah memenuhi persyaratan bobot yang ditetapkan.

Ketiga sapi tersebut memiliki berat di atas 1 ton dan saat ini masih menunggu penilaian lanjutan dari tim seleksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Tahap Seleksi Memasuki Penentuan Akhir Dalam program bantuan hewan kurban tahun ini, sebanyak tujuh ekor sapi akan disalurkan untuk masyarakat di enam kabupaten di Sulawesi Barat, serta satu ekor untuk tingkat provinsi.

Tim seleksi sejauh ini telah menjaring 15 ekor sapi dari berbagai daerah. Kabupaten Polewali Mandar kembali menjadi daerah yang paling menonjol karena menyumbang jumlah kandidat terbanyak.

Dari total 20 peternak yang mendaftar di Polman, sebanyak delapan ekor sapi lolos seleksi awal. Tiga di antaranya menjadi prioritas utama karena memiliki berat melebihi 1.000 kilogram.

“Kriteria sapi bantuan residen tahun ini minimal beratnya harus di atas 800 kg. Namun, kami tetap memprioritaskan yang beratnya mencapai 1 ton. Di Polman sendiri, ada tiga ekor yang sudah memenuhi syarat berat tersebut,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulbar Nur Kadar, Sabtu (18/4/2026).

Daftar Sapi Nominasi dari Polman Berdasarkan hasil pendataan sementara, berikut tiga sapi yang masuk nominasi:

Bagong

Jenis: limosin

Berat: 1.150 kg

Pemilik: Muh Nur

Asal: Wonomulyo

Bima

Jenis: simental

Berat: 1.053 kg

Pemilik: Iskandar Ngani

Asal: Sugihwaras

Blecki

Jenis: brangus

Berat: 1.011 kg

Pemilik: Muhammad Yusuf

Asal: Bumimulyo,

Sejumlah Daerah Belum Penuhi Syarat Sementara itu, beberapa kabupaten lain di Sulawesi Barat masih mengalami kendala dalam memenuhi syarat minimal berat sapi.

Kabupaten Mamasa dipastikan belum mengirimkan kandidat karena belum memiliki sapi hasil inseminasi buatan (IB) dengan berat minimal 800 kilogram.

“Di Mamasa belum ada yang memenuhi syarat, jadi alokasinya kemungkinan akan diambil dari kabupaten lain seperti Polman atau daerah sekitarnya. Sementara untuk Majene ada satu calon, tapi posisinya masih mepet di angka 800 kg, jadi perlu kami pastikan lagi kondisinya,” ungkapnya.

Harga Ditentukan Melalui Negosiasi dengan Istana Untuk penetapan harga sapi kurban, pemerintah daerah akan melakukan negosiasi langsung dengan pihak istana. Harga yang diajukan akan mengacu pada nilai pasar di masing-masing kabupaten.

“Harga yang disepakati nantinya bersifat all-in atau mencakup biaya pemeliharaan hingga hari H, biaya transportasi ke lokasi penyembelihan, serta jaminan kesehatan,” jelasnya.

Kesehatan dan Keamanan Jadi Prioritas Selain bobot, kondisi fisik dan kesehatan hewan menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam proses seleksi. Peternak yang sapinya terpilih diminta menjaga hewan secara maksimal hingga hari penyembelihan.

“Kami sampaikan ke peternak, kalau nanti terpilih, tolong diperhatikan betul masalah keamanannya. Fisik dan kesehatan harus dikawal total sampai hari penyembelihan. Ini adalah sapi Presiden, jadi standar kualitasnya harus terjaga sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan,” tegasnya.

Proses seleksi akan terus berlanjut hingga ditetapkan tujuh sapi terbaik yang dinilai layak menjadi hewan kurban bantuan Presiden untuk masyarakat Sulawesi Barat.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh