majalahsuaraforum.com – Delapan jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Kota Pontianak, pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Setelah proses evakuasi dari lokasi kejadian selesai dilakukan, seluruh jenazah terlebih dahulu diterbangkan menggunakan helikopter menuju Lanud Supadio. Sesampainya di lokasi tersebut, jenazah kemudian dipindahkan menggunakan ambulans milik Basarnas dan TNI Angkatan Udara dengan pengawalan aparat menuju rumah sakit.
Suasana duka menyelimuti kedatangan rombongan ambulans yang langsung bergerak menuju RS Bhayangkara. Setibanya di rumah sakit, seluruh korban segera dibawa ke ruang forensik guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat sulit akibat medan ekstrem.
“Informasi awal diterima pada pukul 19.10 WIB (Kamis). Tim yang telah berada di lokasi sejak sore hari langsung melakukan pencarian dan evakuasi korban,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejak pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, seluruh korban berhasil ditemukan dan kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Menurut Junetra, proses pemindahan korban dari titik jatuhnya helikopter menuju posko memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 3 hingga 4 jam. Hal tersebut disebabkan medan yang sangat terjal dengan tingkat kemiringan mencapai 45 derajat.
“Pukul 05.00 WIB seluruh korban sudah berada di posko. Kami utamakan keselamatan tim karena kondisi medan sangat terjal,” jelasnya.
Dari posko, jenazah selanjutnya dipindahkan sejauh kurang lebih 300 hingga 400 meter menuju ambulans yang telah disiapkan. Pada awalnya, evakuasi direncanakan melalui jalur darat menuju Pontianak, namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, diputuskan untuk menggunakan jalur udara.
Langkah tersebut diambil demi mempercepat proses penanganan sekaligus menjaga keamanan selama perjalanan.
“Setelah koordinasi dengan danlanud dan kapolda Kalbar, disepakati korban diterbangkan melalui Lanud Supadio agar lebih cepat dan aman,” tambahnya.
Junetra memastikan bahwa seluruh delapan korban telah berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Polda Kalbar untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi serta koordinasi dengan pihak perusahaan terkait.
Selain jenazah, barang-barang milik para korban juga telah diamankan dalam dua kantong terpisah. Seluruh barang bukti tersebut nantinya akan diproses sesuai prosedur, termasuk untuk kepentingan investigasi oleh pihak KNKT.
Terkait proses identifikasi, termasuk kemungkinan uji DNA, seluruh tahapan sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian melalui tim forensik.
Dengan selesainya proses evakuasi seluruh korban, Basarnas menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan akan segera ditutup secara resmi. Pengumuman penutupan operasi dijadwalkan disampaikan dalam konferensi pers bersama seluruh unsur terkait.
Dw.











