majalahsuaraforum.com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang luas terhadap perekonomian dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga mengguncang pasar komoditas global.
Ekonom dari Universitas Islam Indonesia, Listya Endang Artiani, menjelaskan bahwa perang modern tidak lagi terbatas pada medan tempur semata. Dampaknya kini meluas hingga ke sektor ekonomi, terutama pada harga energi dan komoditas strategis dunia.
Ancaman Jalur Energi Global Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan hampir seperlima pasokan minyak dunia. Ketika kawasan ini terancam akibat konflik, pasar energi global langsung merespons dengan lonjakan harga minyak serta meningkatnya volatilitas komoditas.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi global, mengingat energi merupakan komponen penting dalam rantai produksi berbagai sektor industri.
Geopolitik dan Pasar Komoditas Fenomena ini menegaskan kembali hubungan erat antara geopolitik dan ekonomi global. Dalam sistem ekonomi yang saling terhubung, gangguan di satu wilayah strategis dapat berdampak luas hingga ke berbagai negara.
Sejarah pun mencatat hal serupa, seperti krisis minyak pada dekade 1970-an yang dipicu konflik politik di Timur Tengah. Peristiwa tersebut menyebabkan lonjakan harga energi yang berujung pada inflasi tinggi serta perlambatan ekonomi di banyak negara.
Perspektif Ekonomi: Supply Shock Dalam kajian ekonomi, lonjakan harga akibat konflik ini dikenal sebagai supply shock, yaitu gangguan pada sisi penawaran yang menyebabkan harga naik secara signifikan.
Menurut teori yang dikemukakan oleh Robert Pindyck dan Daniel Rubinfeld (2018), komoditas seperti energi dan pangan sangat sensitif terhadap perubahan pasokan. Hal ini terjadi karena permintaannya cenderung tidak elastis, sehingga sedikit gangguan saja dapat memicu kenaikan harga yang tajam.
Dampak Lebih Luas bagi Ekonomi Dunia Kenaikan harga komoditas tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga merembet ke berbagai aspek ekonomi lainnya. Biaya produksi meningkat, harga barang naik, dan tekanan inflasi menjadi semakin besar.
Dw.











