Home / Kabar Berita / Sri Lanka Siapkan Pemulangan Jenazah 84 Pelaut Iran Korban Tenggelamnya Kapal IRIS Dena

Sri Lanka Siapkan Pemulangan Jenazah 84 Pelaut Iran Korban Tenggelamnya Kapal IRIS Dena

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Sri Lanka menyatakan akan memulangkan jenazah 84 pelaut Iran yang meninggal dunia setelah kapal fregat Iran IRIS Dena tenggelam akibat serangan torpedo yang diduga diluncurkan kapal selam milik United States Navy. Insiden tersebut terjadi di perairan internasional di kawasan Samudra Hindia, tidak jauh dari wilayah Sri Lanka.

Kementerian Luar Negeri Sri Lanka menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah para pelaut Iran akan dilakukan menggunakan pesawat sewaan yang disiapkan oleh pemerintah Iran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya kemanusiaan setelah tragedi yang menewaskan puluhan awak kapal tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Thushara Rodrigo, menyampaikan bahwa keputusan mengenai repatriasi jenazah diumumkan pada Jumat (13/3/2026). Kedutaan Iran di Kolombo juga telah memberikan konfirmasi terkait rencana pemulangan tersebut.

Insiden tenggelamnya kapal perang Iran terjadi pada 4 Maret 2026. Saat itu, kapal IRIS Dena sedang berlayar di wilayah Samudra Hindia ketika tiba-tiba terkena torpedo. Serangan tersebut menyebabkan kapal mengalami kerusakan parah hingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa ini dinilai memperluas dampak konflik di kawasan Timur Tengah hingga ke wilayah Samudra Hindia. Sejumlah pihak menilai serangan terhadap kapal tersebut berpotensi melanggar hukum internasional, mengingat lokasi kejadian berada di perairan internasional yang berdekatan dengan wilayah negara lain.

Selain mengurus pemulangan jenazah para korban, pemerintah Sri Lanka juga menangani para pelaut Iran yang berhasil selamat dari insiden tersebut. Sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan oleh Sri Lanka Navy dan hingga kini masih berada di negara tersebut.

“Sebanyak 32 pelaut yang diselamatkan oleh angkatan laut kami akan tetap berada di Sri Lanka,” kata Rodrigo.

Pemerintah Sri Lanka juga telah berkoordinasi dengan International Committee of the Red Cross atau ICRC terkait penanganan para pelaut yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Meski demikian, lembaga kemanusiaan internasional itu tidak terlibat dalam proses pemulangan jenazah para korban.

Di sisi lain, kapal perang Iran lainnya yaitu IRIS Bushehr diizinkan memasuki perairan Sri Lanka sehari setelah tenggelamnya IRIS Dena. Kapal tersebut membawa 219 awak dan saat ini berada di bawah perlindungan otoritas Sri Lanka.

Para pejabat Sri Lanka menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai kemungkinan pemulangan awak kapal Bushehr maupun para pelaut yang selamat dari kapal Dena. Namun mereka memastikan bahwa seluruh awak kapal diperlakukan sesuai dengan kewajiban internasional yang berlaku.

Dari 32 pelaut yang berhasil diselamatkan, sebanyak 22 orang telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan medis. Mereka kemudian ditempatkan di pangkalan angkatan udara yang berada di wilayah selatan Sri Lanka. Secara keseluruhan, Sri Lanka saat ini menampung sekitar 251 pelaut Iran.

Sementara itu, sebuah kapal Iran lainnya dilaporkan telah meninggalkan wilayah Sri Lanka dan kini berlabuh di pelabuhan Kochi di selatan India. Kapal tersebut membawa 183 awak yang saat ini berada dalam pengawasan otoritas India.

Pemerintah Sri Lanka dan India menegaskan bahwa perlindungan terhadap para pelaut Iran diberikan atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Langkah tersebut juga diambil karena adanya kekhawatiran para awak kapal dapat menjadi sasaran serangan lanjutan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh