Home / Ekonomi / Target 82,9 Juta Penerima, Program MBG Diperluas Secara Nasional pada 2026

Target 82,9 Juta Penerima, Program MBG Diperluas Secara Nasional pada 2026

majalahsuaraforum.com – Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden menegaskan komitmennya untuk memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Target ambisius tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers terkait perkembangan capaian program prioritas nasional yang digelar di Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Rabu (4/3/2026).

Libatkan Puluhan Ribu Pemasok dan UMKM Dalam pemaparannya, Qodari menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG melibatkan 94.056 pemasok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38.938 di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keterlibatan UMKM dinilai strategis karena tidak hanya mendukung kelancaran distribusi makanan bergizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Pemerintah berharap keikutsertaan pelaku usaha daerah dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penambahan SPPG hingga 32.000 Unit Selain memperluas jumlah penerima manfaat, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas layanan melalui penambahan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

“Jumlah SPPG ditingkatkan menjadi 32.000 unit untuk memperluas cakupan. Sekitar 70% belanja bahan pangan berasal dari produk lokal,” kata Qodari.

Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat menjangkau lebih banyak wilayah secara merata, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri.

Dorong Gizi dan Gerakkan Ekonomi Desa Menurut Qodari, dampak Program MBG tidak hanya terbatas pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya di desa-desa.

“Implementasi program MBG akan terus diperkuat melalui pengawasan kualitas dan tata kelola,” kata Qodari.

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan mutu serta tata kelola program akan menjadi perhatian utama agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Dengan target perluasan yang signifikan pada 2026, Program MBG diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh