Home / Nasional / Konflik Timur Tengah Memanas, Ketahanan Nasional Indonesia Didorong Lebih Proaktif

Konflik Timur Tengah Memanas, Ketahanan Nasional Indonesia Didorong Lebih Proaktif

majalahsuaraforum.com – Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali meningkatkan suhu geopolitik global. Eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga memunculkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi, menilai Indonesia tidak boleh bersikap pasif. Ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan nasional secara menyeluruh untuk mengantisipasi dampak konflik global yang semakin kompleks.

Dampak Ekonomi dan Energi Perlu Diantisipasi Menurut Khairul, salah satu risiko nyata dari eskalasi konflik adalah terganggunya rantai pasok energi dunia serta melonjaknya harga minyak. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan langsung terhadap perekonomian domestik, mengingat Indonesia masih memiliki ketergantungan pada impor energi.

Ia menegaskan bahwa respons pemerintah harus berbasis pada pendekatan ketahanan nasional yang komprehensif dan berlapis, tidak hanya fokus pada aspek militer semata.

“Persiapan Indonesia harus berlandaskan pada konsep ketahanan nasional yang berlapis dan holistik. Secara militer, kita membutuhkan strategi anti-access/area denial (A2/AD) yang solid untuk mencegah kekuatan asing beroperasi dengan leluasa di zona ekonomi eksklusif dan laut teritorial kita,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Pendekatan Holistik dari Militer hingga Sipil Khairul menekankan bahwa penguatan ketahanan nasional harus mencakup berbagai dimensi, mulai dari pertahanan militer, stabilitas ekonomi, hingga resiliensi masyarakat sipil. Strategi anti-access/area denial (A2/AD) dinilai penting untuk menjaga kedaulatan wilayah, khususnya di zona ekonomi eksklusif dan perairan teritorial Indonesia.

Di sisi lain, penguatan sektor energi dan diversifikasi sumber pasokan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak gejolak global terhadap stabilitas nasional.

Dengan dinamika geopolitik yang terus berkembang, Indonesia dinilai perlu memperkuat koordinasi lintas sektor agar tetap tangguh menghadapi potensi dampak konflik internasional. Pendekatan yang terintegrasi diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan kepentingan strategis Indonesia tetap terlindungi di tengah ketidakpastian global.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh