majalahsuaraforum.com — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan rasa lega setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pemilik PT Blueray Cargo (BR), John Field. Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan kasus suap impor yang melibatkan sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menteri Maman menilai, masuknya barang-barang impor abal-abal ke pasar Indonesia selama ini sangat mudah terjadi, dan salah satu penyebabnya diduga karena praktik suap di sektor kepabeanan. Barang impor tersebut bahkan disinyalir bisa lolos tanpa tarif masuk karena adanya uang suap yang diberikan kepada oknum bea cukai nakal.
Produk UMKM Tertekan oleh Barang Impor Murah Kondisi ini, menurut Maman, menjadi salah satu alasan utama mengapa produk UMKM dalam negeri sulit bersaing dan kurang diminati pasar. Pasar domestik banyak dikuasai barang impor dengan harga jauh lebih murah, sehingga produk lokal tersisih.
Ia berharap penahanan pemilik perusahaan kargo tersebut menjadi titik balik bagi semua pihak untuk benar-benar melindungi UMKM nasional.
“Saya berharap, peristiwa itu dijadikan sebagai momentum keseriusan kita semua untuk berpihak melindungi, serta mendorong peningkatan daya saing kepada UMKM kita, di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Maman di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, peristiwa ini juga merupakan bentuk aspirasi dari para pelaku UMKM yang selama ini sudah berada pada titik keresahan akibat membanjirnya barang impor ilegal.
Apresiasi untuk KPK Politikus Partai Golkar itu pun mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, khususnya KPK, dalam membongkar dugaan praktik suap yang dinilai merugikan negara sekaligus mematikan usaha kecil.
Maman menegaskan bahwa dukungan pembiayaan maupun organisasi pengusaha tidak akan banyak berarti jika kondisi pasar tetap dipenuhi barang ilegal.
“Karena market (pasar) ‘becek’, market kotor. Kenapa kotor dan becek? Dipenuhi dengan barang-barang yang tadi, ilegal, barang-barang yang impor dari China dengan harga yang sangat luar biasa murah, akhirnya UMKM kita mati,” kata Menteri Maman.
Dampak Impor Ilegal Bisa Menjadi Masalah Sosial Ia menjelaskan, persoalan ini tidak hanya berhenti pada penjualan produk yang lesu, tetapi juga dapat merembet menjadi masalah sosial dan keluarga bagi pelaku UMKM. Pemerintah memang telah memberikan berbagai insentif dan akses pendanaan, namun semua itu akan sia-sia jika produk yang sudah diproduksi tidak mampu bersaing di pasar.
Menteri Maman kembali menegaskan bahwa persoalan utama UMKM saat ini adalah derasnya arus impor ilegal, khususnya dari China, yang masuk melalui jalur perusahaan-perusahaan kargo.
“Nah maka dari itu saya selalu bilang bahwa problem-nya yang paling utama itu adalah maraknya impor-impor (ilegal) barang-barang dari China. Jadi saya harus sampaikan itu, dan saya berterima kasih dan ternyata terbukti bahwa memang salah satu pemainnya adalah perusahaan-perusahaan kargo,” pungkasnya.
Penahanan bos Blueray Cargo ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menciptakan pasar yang lebih sehat, sehingga produk UMKM Indonesia dapat berkembang dan bersaing secara adil di negeri sendiri.
Lan.











