Home / Ekonomi / Kadin Nilai Program MBG Berpotensi Dongkrak PDB Nasional hingga 3,5 Persen

Kadin Nilai Program MBG Berpotensi Dongkrak PDB Nasional hingga 3,5 Persen

majalahsuaraforum.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie meyakini program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, jika dijalankan secara optimal dan konsisten, program tersebut dapat menyumbang tambahan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) hingga 3,5%.

Anindya menjelaskan, proyeksi tersebut didasarkan pada besarnya efek ekonomi yang ditimbulkan dari rantai pasok pangan yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Mulai dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi, seluruh aktivitas tersebut diyakini akan menciptakan efek berganda yang signifikan bagi pergerakan ekonomi nasional.

Ia menilai tambahan pertumbuhan PDB sebesar itu memang bukan angka kecil, namun tetap realistis untuk dicapai apabila program MBG dikelola secara terkoordinasi dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

“Berdasarkan ukuran ekonomi bisa membuat pertumbuhan tambahan di PDB 3,5%,” kata Anindya, Rabu (14/1/2026).

Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Lebih lanjut, Anindya menegaskan bahwa kontribusi MBG berpotensi menjadi salah satu penopang utama dalam upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi. Hal tersebut sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%.

Menurutnya, dukungan terhadap program strategis seperti MBG menjadi penting agar sasaran pertumbuhan tersebut dapat tercapai melalui penguatan sektor riil dan konsumsi domestik.

Dampak Jangka Panjang pada Kualitas SDM Selain aspek ekonomi, Anindya juga menekankan nilai strategis MBG dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia menilai pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas generasi mendatang.

“Kita menginginkan lebih banyak insinyur, lebih banyak dokter, lebih banyak juga istilahnya guru, dan sampai atlet,” ujarnya.

Ia menilai kualitas gizi yang terjaga akan berdampak langsung pada kemampuan belajar, kesehatan, serta produktivitas masyarakat di masa depan.

Pembangunan Dapur MBG Terus Berjalan Dari sisi implementasi, Anindya mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 SPPG telah terealisasi.

Kadin, lanjutnya, turut ambil bagian dalam mendukung pelaksanaan program tersebut dengan membangun sekitar 1.000 dapur MBG di berbagai daerah.

Perkuat Ketahanan dan Hilirisasi Pangan Anindya menambahkan, program MBG juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan hanya dapat terwujud melalui penguatan hilirisasi sektor pertanian yang berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, MBG dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi pangan dalam negeri karena menjadi konsumen langsung berbagai komoditas nasional.

Peluang Usaha bagi Dunia Usaha Daerah Program MBG juga membuka peluang usaha yang luas bagi anggota Kadin di daerah maupun berbagai asosiasi usaha. Peluang tersebut meliputi penyediaan bahan pangan seperti ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga susu.

Selain itu, peluang juga terbuka di sektor pendukung, mulai dari produksi hulu, pengembangan cold chain, logistik pangan, pengolahan protein, hingga berbagai subsektor lain yang menopang keberlanjutan rantai pasok pangan nasional.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh