majalahsuaraforum.com – Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi membantah anggapan bahwa Partai Gerindra memiliki peran dalam perubahan sikap Partai Demokrat terkait dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia menegaskan, sikap yang diambil Demokrat sepenuhnya merupakan hasil keputusan internal partai tersebut.
Prasetyo menyampaikan bahwa setiap partai politik memiliki mekanisme dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan sikap politiknya, termasuk dalam menyikapi isu krusial seperti sistem Pilkada.
“Itu sikap masing-masing partai,” kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan Prabowo–SBY Tidak Bahas Pilkada Prasetyo juga menepis spekulasi yang mengaitkan perubahan sikap Partai Demokrat dengan pertemuan antara Presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berlangsung pada 28 Desember 2025.
Menurutnya, pertemuan tersebut tidak membahas isu mengenai sistem Pilkada, termasuk wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Ia menekankan bahwa hubungan komunikasi antarelite partai politik tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai upaya mempengaruhi sikap atau keputusan politik partai lain, terutama dalam isu strategis yang menyangkut demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.
Sikap Politik Ditentukan Internal Partai Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan bahwa Partai Gerindra menghormati setiap keputusan yang diambil oleh partai politik lain, termasuk Partai Demokrat. Ia menilai dinamika sikap politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, selama keputusan tersebut diambil melalui mekanisme internal yang sah.
Gerindra, kata Prasetyo, tetap berpegang pada prinsip bahwa setiap partai memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah dan sikap politiknya masing-masing, tanpa adanya tekanan atau intervensi dari pihak lain.
Dw.











