Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kembali mengambil langkah keras terkait sektor energi Venezuela. Washington menyita dua kapal tanker yang masuk daftar sanksi dan secara bersamaan mengumumkan kebijakan pelonggaran sanksi secara terbatas guna memastikan Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas penjualan minyak Venezuela ke pasar internasional.
Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu (7/1/2026 waktu setempat) sebagai bagian dari strategi besar Amerika Serikat untuk mengontrol distribusi minyak Venezuela, menyusul operasi mendadak yang menggulingkan Presiden Nicolás Maduro.
Jalur Ekspor Minyak Wajib Persetujuan AS Departemen Energi Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh kegiatan ekspor dan impor minyak Venezuela hanya dapat dilakukan melalui jalur yang telah disetujui oleh Washington. Ketentuan tersebut, menurut pemerintah AS, harus sejalan dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Langkah ini secara signifikan memperbesar pengaruh AS terhadap cadangan minyak mentah Venezuela yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Dengan penguasaan tersebut, Washington dinilai memiliki kemampuan untuk memengaruhi pasokan sekaligus harga minyak di pasar global.
Kebijakan ini sekaligus menegaskan ambisi pemerintahan Trump dalam menentukan arah masa depan Venezuela melalui penguasaan sektor energi strategis negara tersebut.
Vance: Kendali Energi Jadi Alat Tekanan Efektif Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyebut pengendalian sektor energi sebagai instrumen tekanan yang sangat efektif terhadap Venezuela. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk mengatur kondisi keuangan Venezuela dengan menentukan ke mana minyak negara itu dapat dijual.
Menurut Vance, tekanan ekonomi semacam ini dapat diterapkan tanpa harus mengorbankan nyawa warga negara Amerika Serikat.
Minyak Sitaan Akan Dijual ke AS Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa minyak yang disita dari kapal-kapal tanker tersebut akan dijual sebagai bagian dari kesepakatan baru antara Washington dan otoritas sementara Venezuela. Dalam kesepakatan tersebut, Venezuela disebut akan memasok hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Rubio menjelaskan bahwa otoritas sementara Venezuela memahami bahwa satu-satunya cara untuk tetap menjual minyak dan mencegah kehancuran ekonomi adalah dengan bekerja sama dengan Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa pengawasan penuh dari Washington akan menjadi faktor kunci bagi kelangsungan sektor energi Venezuela ke depan.
Dua Kapal Tanker Diamankan di Atlantik dan Karibia Komando Eropa Amerika Serikat mengonfirmasi penyitaan kapal tanker Bella 1 di kawasan Atlantik Utara. Kapal tersebut diketahui melanggar sanksi internasional dengan mencoba menghindari blokade minyak Venezuela.
Selain itu, pasukan Amerika Serikat juga mengambil alih kapal tanker M/T Sophia di Laut Karibia. Kedua kapal tersebut diketahui terakhir kali berlabuh atau sedang dalam perjalanan menuju Venezuela.
Penyitaan ini menambah daftar kapal tanker yang sebelumnya telah diamankan oleh Amerika Serikat, termasuk Skipper dan Centuries. Penegakan hukum tersebut turut disertai penyelidikan pidana terhadap awak kapal yang dinilai mengabaikan perintah Penjaga Pantai Amerika Serikat.
Rusia Protes, Sebut Tindakan AS Pembajakan Terbuka Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia melayangkan protes keras atas tindakan Amerika Serikat. Moskwa menyatakan bahwa terdapat warga negara Rusia di antara awak kapal yang disita.
Pemerintah Rusia menuntut agar para awak kapal diperlakukan secara manusiawi serta mengecam langkah Washington yang dinilai sebagai bentuk pembajakan terbuka di perairan internasional.
Sanksi Dilonggarkan Secara Selektif Selain melakukan penyitaan kapal tanker, pemerintahan Trump juga mulai menerapkan pelonggaran sanksi secara selektif. Pelonggaran ini ditujukan untuk memungkinkan pengiriman dan penjualan minyak Venezuela tetap berjalan, namun seluruh prosesnya berada di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat.
Langkah ini menandai fase baru kebijakan Washington terhadap Venezuela, di mana tekanan ekonomi dan penguasaan sektor energi digunakan sebagai alat utama untuk mengendalikan arah politik dan ekonomi negara Amerika Latin tersebut.
Red.











