majalahsuaraforum.com – Kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terjadi di sebuah rumah mewah di kawasan BBS 3, Cilegon, Banten. Sosok pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan foto yang diterima, terduga pelaku diketahui bernama Maman Suherman. Ia tampak mengenakan kaus dan celana panjang berwarna hitam. Kedua tangan pelaku terlihat diikat menggunakan tali kabel plastik atau cable ties saat diamankan aparat.
Momen Penangkapan Pelaku Dikawal Aparat Bersenjata Dalam foto lainnya, terduga pelaku tampak berada di atas mobil polisi dengan pengawalan ketat dari personel Brigade Mobil (Brimob). Momen tersebut diduga terjadi sesaat setelah pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci kronologi kejadian maupun hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku. Penjelasan lengkap terkait kasus ini direncanakan akan disampaikan langsung oleh Kapolda Banten.
Polisi Tunggu Konferensi Pers Kapolda Banten Direktur Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keterangan resmi akan disampaikan dalam konferensi pers mendatang.
“Alhamdulillah. Nanti nunggu press con (konferensi pers) dari Kapolda ya,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Identitas dan Motif Pelaku Masih Didalami Hingga kini, polisi belum mengungkap secara terbuka identitas lengkap pelaku maupun motif pembunuhan tersebut. Penyidik masih melakukan rangkaian penyelidikan mendalam atas kasus yang terjadi di rumah mewah milik Maman Suherman di kawasan BBS 3, Cilegon.
Korban Tewas dengan Puluhan Luka Diketahui, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada 16 Desember 2025. Korban merupakan anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman. Bocah berusia 9 tahun itu ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.
Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa korban mengalami 19 luka di tubuhnya, yang berasal dari senjata tajam dan benda tumpul.
Penyidikan Terkendala CCTV dan Keamanan Lingkungan Dalam proses pengungkapan kasus, kepolisian sempat mengalami sejumlah kendala. Salah satunya adalah kondisi kamera pengawas (CCTV) di rumah korban yang diketahui tidak berfungsi sejak tahun 2023. Selain itu, tidak adanya petugas keamanan atau sekuriti di lingkungan rumah juga menyulitkan proses penyelidikan awal.
Meski demikian, penyidik tetap melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para saksi, mulai dari pihak keluarga korban hingga para tetangga di sekitar lokasi kejadian. Hingga tahap terakhir, polisi telah memeriksa 18 orang saksi terkait kasus pembunuhan tersebut.
Octa.











