Home / Kabar Berita / Ketegangan Perbatasan Thailand–Kamboja Memanas, ASEAN Gelar Pertemuan Darurat di Kuala Lumpur

Ketegangan Perbatasan Thailand–Kamboja Memanas, ASEAN Gelar Pertemuan Darurat di Kuala Lumpur

majalahsuaraforum.com – Para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menggelar pertemuan khusus di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (23/12/2025), untuk membahas eskalasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang kembali meningkat dalam dua pekan terakhir dan menimbulkan korban jiwa.

Pertemuan ini menjadi upaya kedua ASEAN sepanjang tahun 2025 dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penurunan ketegangan antara dua negara anggotanya. Sebelumnya, gencatan senjata sempat disepakati pada Juli 2025, namun kesepakatan tersebut kembali runtuh setelah pecahnya bentrokan terbaru di kawasan perbatasan.

Menurut laporan Associated Press yang dikutip Senin (22/12/2025), inisiatif gencatan senjata sebelumnya diprakarsai oleh Malaysia dengan dukungan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kala itu turut menekan kedua pihak agar menghentikan konflik, termasuk melalui ancaman penangguhan fasilitas perdagangan apabila pertempuran berlanjut.

Kesepakatan gencatan senjata tersebut kemudian diformalkan dalam pertemuan tingkat kawasan yang berlangsung di Malaysia pada Oktober 2025. Namun, eskalasi kekerasan yang kembali terjadi pada Desember ini memicu kekhawatiran luas dari komunitas internasional.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara terbuka mendesak Thailand dan Kamboja untuk segera menghentikan permusuhan. Washington juga meminta kedua negara menarik senjata berat dari wilayah konflik, menghentikan pemasangan ranjau darat, serta melaksanakan sepenuhnya Kesepakatan Perdamaian Kuala Lumpur. Kesepakatan tersebut mencakup percepatan pembersihan ranjau kemanusiaan dan penyelesaian sengketa perbatasan secara damai.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. Dalam komunikasi tersebut, Thailand menegaskan komitmennya untuk mendorong gencatan senjata serta menyampaikan langkah-langkah konkret yang akan diambil guna meredakan konflik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn dipastikan menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur. Melalui Kementerian Luar Negeri Kamboja, Phnom Penh kembali menegaskan sikapnya untuk menyelesaikan seluruh perbedaan dengan Thailand melalui jalur damai, dialog, dan diplomasi.

Konflik Thailand–Kamboja sendiri berakar dari sengketa wilayah di sepanjang perbatasan kedua negara yang saling diklaim. Bentrokan terbaru dilaporkan pecah pada 8 Desember 2025, sehari setelah dua prajurit Thailand mengalami luka akibat insiden di wilayah perbatasan.

Sejak insiden tersebut, pertempuran dilaporkan terjadi di sejumlah titik strategis. Thailand disebut melancarkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16, sementara Kamboja membalas dengan peluncuran ribuan roket jarak menengah BM-21 dari kendaraan peluncur bergerak.

Situasi ini mendorong ASEAN untuk kembali memainkan peran sentral sebagai mediator regional, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan dampak kemanusiaan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh