Home / Kabar Berita / Iran Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Komandan Al-Qassam di Gaza

Iran Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Komandan Al-Qassam di Gaza

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Iran mengecam keras operasi militer Israel yang menewaskan Komandan Brigade Al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad atau Ezzedine Al-Haddad, dalam serangan udara di wilayah Gaza. Tehran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk “keputusasaan dan ketidakberdayaan” Israel dalam menghadapi perjuangan rakyat Palestina.

Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan kecaman itu melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (17/5/2026). Dalam pernyataannya, Iran juga menyebut serangan tersebut sebagai aksi teror yang dilakukan rezim Zionis terhadap tokoh penting perlawanan Palestina.

“Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan teroris yang dilakukan oleh rezim Zionis biadab dalam pembunuhan Izz al-Din al-Haddad, panglima tertinggi Brigade Al-Qassam, beserta istri dan anaknya,” bunyi pernyataan resmi Kemenlu Iran.

Hamas menyebut Al-Haddad tewas bersama sejumlah warga sipil lainnya setelah serangan udara Israel menghantam kawasan barat Gaza pada Jumat (15/5/2026). Israel menuduh Al-Haddad sebagai salah satu komandan senior yang terlibat dalam perencanaan serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Selain menyampaikan kecaman, Iran juga mengungkapkan belasungkawa kepada pimpinan Hamas, rakyat Palestina, serta umat Muslim di berbagai negara atas wafatnya Al-Haddad dan keluarganya.

“Kepada pimpinan gerakan Hamas, bangsa Palestina yang tabah dan sabar, serta seluruh umat Muslim dan pencari kebebasan di seluruh dunia,” katanya.

Iran menilai pembunuhan terhadap tokoh penting Palestina tersebut merupakan bagian dari strategi Israel untuk menghapus perjuangan rakyat Palestina. Dalam pernyataannya, Iran juga menuding Amerika Serikat turut bertanggung jawab karena dianggap menjadi pendukung utama Israel dalam bidang militer, politik, dan keuangan.

“Amerika Serikat, sebagai pendukung militer, keuangan, dan politik terbesar rezim apartheid Zionis, terlibat dalam setiap kejahatan ini,” tambah pernyataan itu.

Lebih lanjut, Iran menegaskan bahwa pembunuhan terhadap pemimpin dan elite Palestina justru memperlihatkan kegagalan Israel menghentikan semangat perjuangan rakyat Palestina meski konflik telah berlangsung puluhan tahun dan memakan banyak korban sipil.

“Rakyat Palestina kini lebih bertekad daripada sebelumnya untuk memperjuangkan terwujudnya hak asasi manusia mereka, terutama hak untuk menentukan nasib sendiri,” kata Kemenlu Iran.

Pemerintah Iran juga menilai kematian para tokoh perlawanan tidak akan menghentikan perjuangan Palestina. Sebaliknya, kejadian itu diyakini akan semakin membangkitkan semangat kelompok-kelompok perlawanan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Sebaliknya, hal itu akan menginspirasi para pengikut dan pejuang di jalan martabat untuk kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hamas menilai pembunuhan Al-Haddad sebagai pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Hamas juga menuduh Israel terus melakukan agresi terhadap warga sipil di wilayah tersebut di tengah upaya perundingan yang masih berlangsung.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh