majalahsuaraforum.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia untuk lebih serius dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah dengan mengoptimalkan peran dunia usaha serta memperbesar arus masuk investasi ke daerah.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa percepatan pertumbuhan investasi di daerah hanya dapat terwujud apabila perizinan dipermudah dan iklim usaha dibuat lebih kondusif. Menurutnya, daerah memiliki peran penting dalam menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi para investor.
“Mendorong peran swasta melalui kemudahan perizinan. Peran daerah perlu menghadirkan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan kemudahan, kepastian, serta transparansi dan percepatan dalam perizinan,” ujar Tomsi Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Perizinan Berbelit Diminta Segera Dievaluasi Tomsi menambahkan, kebijakan penyederhanaan perizinan tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor swasta, memperkuat arus investasi, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru di daerah.
Kemendagri juga secara tegas meminta seluruh pemerintah daerah untuk meninjau kembali berbagai persyaratan perizinan yang masih dinilai rumit dan berbelit-belit. Persyaratan yang memungkinkan untuk dipangkas, dikurangi, atau dipercepat prosesnya, harus segera dilakukan penyesuaian agar realisasi investasi tidak terhambat.
Kondisi Ekonomi Nasional Masih Stabil Dalam forum yang sama, Tomsi turut memaparkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini tergolong relatif stabil, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara tetangga maupun beberapa negara maju.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 mencapai angka 5,04%. Secara regional, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi keempat di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, di antara negara-negara anggota G20, Indonesia berada di peringkat ketiga.
“Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04%, menempati peringkat 45 dari 185 negara di dunia dan peringkat ketiga dari 24 negara anggota G20,” jelas Tomsi.
Inflasi Terkendali di Bawah 3 Persen Dari sisi inflasi, Tomsi menyampaikan bahwa realisasi inflasi nasional tercatat stabil dan berada di bawah 3% secara year on year (yoy). Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih terjaga dengan baik.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil yang patut diapresiasi, terutama jika mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk Indonesia serta tantangan geografis yang luas.
“Berkaitan dengan inflasi, tentu tidak bisa disamakan dengan negara yang kecil-kecil. Kita dengan penduduk negara terbesar keempat dengan bentangan dari Sabang sampai Merauke, itu merupakan sesuatu tantangan,” pungkasnya.
Dw.











