majalahsuaraforum.com – Hingga kini, wilayah Takengon, Aceh Tengah, masih terisolasi akibat banjir bandang dan longsor yang memutus jalur akses darat utama. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi logistik, bahan pangan, serta layanan kesehatan tersendat parah, menyusul banyaknya ruas jalan yang tertimbun material, jembatan rusak, hingga badan jalan yang ambles.
Terputusnya jalur darat membuat upaya pemulihan berjalan lambat, sementara kebutuhan masyarakat terus mendesak, khususnya untuk pasokan medis dan bahan pangan.
Distribusi Logistik Kesehatan Masih Bergantung Jalur Udara Koordinator Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hilda Chandra, MKM, menegaskan bahwa pembukaan jalur darat menjadi kunci utama untuk menormalkan distribusi logistik kesehatan ke wilayah terisolasi.
“Kita berharap pemerintah segera membuka akses utama maupun alternatif. Selama akses masih terputus, distribusi logistik kesehatan hanya mengandalkan udara,” ujar dr. Hilda, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, Takengon masih tergolong wilayah yang terisolasi dari jalur darat, bersama sejumlah daerah lain di kawasan tengah Aceh.
“Wilayah tengah Aceh seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Takengon masih terisolasi, sehingga kebutuhan medis yang mendesak dikirim via udara,” ujarnya.
Namun menurutnya, pengiriman lewat udara memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara optimal.
Dampak Keterisolasian Mengarah ke Krisis Pangan, Dampak dari terputusnya akses juga mulai terasa pada ketersediaan pangan warga. Sejumlah warga dilaporkan harus menempuh perjalanan ekstrem demi mendapatkan beras serta kebutuhan pokok lainnya.
Salah satu warga Takengon, Roni (43), mengaku bahwa keluarganya sempat berada dalam kondisi sulit karena persediaan makanan di rumah benar-benar habis.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, tidak hanya untuk pemulihan aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk menjamin keselamatan, kesehatan, dan kelangsungan hidup masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Pemulihan Akses Jadi Prioritas Mendesak Terisolasinya wilayah Takengon menegaskan pentingnya percepatan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor. Selama jalur darat belum kembali terbuka, upaya penyaluran bantuan akan terus menghadapi hambatan serius, baik dari sisi logistik kesehatan maupun kebutuhan pokok masyarakat.
Dw.










