majalahsuaraforum.com — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) merilis perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Dalam laporan yang disampaikan pada Sabtu (29/11/2025), tercatat 147 warga meninggal dunia dan 174 lainnya masih dinyatakan hilang. Tim gabungan hingga kini masih terus melakukan upaya pencarian serta evakuasi di lokasi-lokasi terdampak.
Bencana Melanda Sejak 24 November 2025 Polda Sumut menjelaskan bahwa musibah besar ini telah berlangsung sejak 24 November 2025. Curah hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus memicu banjir, longsor, serta pergerakan tanah di berbagai wilayah. Sejumlah daerah mengalami kerusakan parah dan akses menuju beberapa lokasi masih terputus.
Dalam pemaparan resminya, Polda Sumut menyampaikan gambaran umum penanganan bencana selama hampir sepekan terakhir, termasuk tantangan medan, cuaca, serta luasnya area yang terdampak.
Total 488 Bencana dalam Enam Bulan Terakhir Situasi ini menambah panjang daftar bencana alam di Sumatera Utara. Dalam periode enam bulan terakhir saja, Polda Sumut mencatat 488 kejadian bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga pohon tumbang. Seluruh kejadian tersebut tersebar di 21 wilayah hukum Polres di bawah naungan Polda Sumut.
Data ini menunjukkan bahwa frekuensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut semakin tinggi, dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem, kerentanan lingkungan, serta kondisi geografis.
Pencarian Terus Dilakukan oleh Tim Gabungan Tim SAR gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat terus dikerahkan ke lapangan. Proses evakuasi beberapa kali terkendala oleh derasnya arus sungai, kondisi tanah yang labil, serta akses jalan yang rusak berat.
Meski demikian, operasi pencarian korban masih berlangsung intensif, baik melalui penyisiran darat maupun pemantauan udara di beberapa titik yang sulit dijangkau.
Hil.











