Home / Hukum - Kriminal / Keluarga Mahasiswa Tewas di Masjid Agung Sibolga Desak Aparat Tegakkan Keadilan

Keluarga Mahasiswa Tewas di Masjid Agung Sibolga Desak Aparat Tegakkan Keadilan

majalahsuaraforum.com – Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang mahasiswa di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka menuntut agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban hendak beristirahat di pelataran masjid. Namun, tindakan tersebut memicu amarah sekelompok orang yang merasa keberadaan korban mengganggu. Akibatnya, korban menjadi sasaran kekerasan yang berujung pada kematian.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga telah bergerak cepat dan berhasil menangkap lima orang pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Dalam keterangan resminya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa motif para pelaku muncul dari rasa tidak senang terhadap korban yang tidur di area masjid dan menolak ketika diminta untuk pergi.

“Para pelaku melakukan tindakan kekerasan hanya karena tidak suka korban tidur di area masjid dan tidak mau menuruti perintah mereka untuk pergi,” ungkap pihak kepolisian dalam konferensi pers, Rabu (5/11/2025).

Keluarga korban yang masih diliputi kesedihan menilai bahwa tindakan brutal tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Mereka berharap pihak berwajib mengusut tuntas kasus ini dan menjatuhkan hukuman yang setimpal bagi para pelaku.

“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Anak kami tidak bersalah, dia hanya mencari tempat beristirahat,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan suara bergetar.

Tragedi ini sontak mengundang keprihatinan masyarakat luas, terlebih karena terjadi di lingkungan masjid — tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian dan perlindungan bagi siapa pun. Warga berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. “Kasus ini akan kami tangani sesuai prosedur. Tidak ada toleransi bagi tindakan main hakim sendiri,” tegas perwakilan Satreskrim Polres Sibolga.

Saat ini, kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolres Sibolga. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Peristiwa memilukan di Masjid Agung Sibolga ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya nilai kemanusiaan dan toleransi di ruang publik, terutama di tempat ibadah. Keluarga korban kini menanti keadilan yang nyata agar duka mereka dapat sedikit terobati.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh