majalahsuaraforum.com-Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar kembali menerima kunjungan kerja dari Lapas Kelas IIB Fakfak dalam rangka studi tiru pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (27/10/25).
Rombongan disambut hangat oleh Kalapas Karanganyar beserta jajaran, kemudian diajak berkeliling meninjau berbagai sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pelayanan publik, termasuk ruang layanan dan inovasi yang telah diterapkan. Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan menuju aula untuk menyaksikan penayangan video profil Lapas Karanganyar sebagai gambaran komprehensif tentang upaya dan capaian satuan kerja tersebut dalam membangun budaya integritas.
Ketua Tim Zona Integritas Lapas Karanganyar menyampaikan beberapa poin penting terkait strategi dan pengalaman menuju WBK/WBBM. “Lapas Fakfak dapat membuka spreadsheet Lapas Karanganyar untuk melihat perbandingan data dukung, dan video profil juga akan kami kirim sebagai bahan rujukan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kunci utama meraih predikat WBK adalah komitmen, dukungan kerja sama antar pokja, serta arahan pimpinan yang nyata dan berkelanjutan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya konsistensi dan kesiapan data dukung saat verifikasi lapangan, karena satu pertanyaan yang tidak terjawab bisa melebar ke aspek lain.
Kalapas Karanganyar turut memberikan arahan bahwa perbedaan sarana prasarana antar UPT tidak seharusnya menjadi hambatan. “Inovasi tidak selalu harus berbiaya besar. Kreativitas dalam menyesuaikan kondisi lokal justru menjadi nilai tambah,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya penyajian informasi di setiap layanan agar masyarakat mendapatkan kemudahan dan transparansi dalam mengakses pelayanan publik. Selain itu, inovasi yang diajukan harus benar-benar lahir dari kebutuhan lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Fakfak menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pembelajaran yang diberikan. “Kedatangan kami kali ini bukan sekadar kunjungan, tapi untuk benar-benar belajar dan menerapkan. Tidak ada yang sulit jika kita punya kemauan. Meski kami kecil dan terbatas, kami yakin bisa,” ucapnya dengan semangat. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap Lapas Karanganyar untuk meraih predikat WBBM, sekaligus berharap dukungan serupa dari Karanganyar agar Lapas Fakfak dapat meraih predikat WBK.
Sebagai penutup, Ketua ZI Lapas Karanganyar menjelaskan contoh penerapan reward and punishment sebagai bagian dari pembangunan integritas, seperti penghargaan pegawai teladan dengan fasilitas parkir khusus dan penggunaan rompi pelanggaran bagi pegawai yang melanggar kode etik. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan Pemasyarakatan.(hil)











