Home / Kabar Berita / Lewis Hamilton Desak Dunia Bertindak, Kutuk Keras Aksi Brutal Israel di Gaza

Lewis Hamilton Desak Dunia Bertindak, Kutuk Keras Aksi Brutal Israel di Gaza

majalahsuaraforum.com – Lewis Hamilton, juara dunia Formula 1 tujuh kali asal Inggris, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi militer Israel di Gaza. Dalam pernyataannya, pembalap berusia 40 tahun itu menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan tidak boleh lagi diabaikan oleh komunitas internasional.

Hamilton menyoroti angka korban jiwa yang terus meningkat serta penderitaan warga sipil yang semakin parah. Ia menilai situasi di Gaza tidak hanya sebagai konflik politik, melainkan bencana kemanusiaan yang menuntut perhatian seluruh dunia.

“Dalam dua tahun terakhir, lebih dari 10% populasi telah tewas atau terluka, termasuk puluhan ribu anak-anak dan jumlah itu terus meningkat. Serangan terbaru di Kota Gaza telah memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka, sementara rumah sakit di seluruh jalur tersebut telah kewalahan menampung mereka yang menderita kelaparan, dan korban akibat pengeboman yang tampaknya tak kunjung berakhir,” ujar Hamilton melalui unggahan di media sosialnya.

Ajak Dunia Ikut Memberi Bantuan Selain mengecam Israel, Hamilton juga mengajak masyarakat dunia untuk memberikan kontribusi nyata. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap organisasi kemanusiaan yang bekerja tanpa lelah di Gaza.

“Sebagai manusia, kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan hal ini terus terjadi. Saya telah berdonasi kepada tiga organisasi yang bekerja tanpa lelah untuk membantu mereka yang membutuhkan. Jika Anda merasa memiliki lebih, saya akan berterima kasih jika Anda dapat bergabung dengan saya,” tambah Hamilton.

Krisis Gaza Kian Mengkhawatirkan Serangan Israel di Gaza semakin meluas dengan dampak yang menghancurkan. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi, sementara infrastruktur vital seperti jaringan telepon dan internet lumpuh akibat serangan udara. Kondisi ini membuat warga semakin sulit mengakses layanan darurat maupun melakukan evakuasi.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023, lebih dari 65.000 orang tewas dan 165.000 lainnya terluka. Serangan terbaru bahkan menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Gelombang pengungsian besar-besaran terus terjadi, sementara rumah sakit kewalahan menangani korban yang menderita kelaparan, luka parah, maupun dampak psikologis akibat perang yang tiada henti.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh