majalahsuaraforum.com – Kelompok Hamas menolak keras rencana yang sedang dipertimbangkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait pengelolaan Jalur Gaza oleh AS dan relokasi penduduk wilayah tersebut.
Media terkemuka AS, The Washington Post, melaporkan bahwa Gedung Putih sedang menyiapkan inisiatif yang akan menempatkan Gaza di bawah kendali Amerika Serikat setidaknya selama 10 tahun. Rencana ini bertujuan menjadikan Gaza sebagai pusat pariwisata dan teknologi tinggi, berdasarkan prospektus setebal 38 halaman yang menguraikan strategi tersebut.
Selain itu, dokumen tersebut juga menyerukan relokasi sementara seluruh penduduk Gaza. Relokasi ini bisa dilakukan melalui kepergian “sukarela” ke negara lain atau pemindahan ke zona aman di dalam wilayah Gaza.
Bassem Naim, anggota biro politik Hamas, mengecam proposal itu dan menegaskan:
> “Gaza tidak untuk dijual.”
Ia menambahkan:
> “Gaza adalah… bagian dari tanah air Palestina yang lebih luas.”
Rencana ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Trump pada Februari lalu, dengan gagasan mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah” setelah memindahkan penduduk Palestina dan menempatkan wilayah tersebut di bawah pengelolaan Amerika Serikat.
Inisiatif ini memicu kecaman keras dari Hamas dan menimbulkan kekhawatiran global mengenai kedaulatan Palestina serta hak-hak warga Gaza.
Langkah tersebut diperkirakan akan memengaruhi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah, serta menimbulkan perdebatan terkait hak-hak penduduk lokal dan stabilitas kawasan.
Pen. Red.











