Home / Hukum - Kriminal / Pemerintah Siapkan Teknologi WIM, Jembatan Timbang Terancam Ditutup karena Pungli

Pemerintah Siapkan Teknologi WIM, Jembatan Timbang Terancam Ditutup karena Pungli

Majalahsuaraforum.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan langkah tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di jembatan timbang. Jika praktik tersebut terus berlanjut, pemerintah tidak segan menutup jembatan timbang dan menggantinya dengan penggunaan teknologi modern untuk mendukung aturan zero ODOL (over dimension overload).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa opsi penutupan jembatan timbang menjadi salah satu upaya paling ekstrem yang akan ditempuh bila pungli tidak bisa diberantas. Menurutnya, saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan PT Jasa Marga dalam penggunaan sistem berbasis teknologi untuk memantau kendaraan angkutan barang.

> “Paling ekstrem yang kita akan lakukan juga, apabila ada pungli, jembatan timbang akan kita tutup. Karena ada teknologi yang sudah kita gunakan saat ini oleh Jasa Marga,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Senin (18/8/2025).

 

Dudy menjelaskan, teknologi yang dimaksud adalah weight in motion (WIM), yakni sistem yang mampu mengukur muatan truk secara otomatis ketika melintas di jalan tol. Dengan WIM, data pelanggaran bisa langsung terekam dan ditindaklanjuti tanpa harus ada interaksi fisik antara sopir dan petugas.

> “Kita sudah lakukan kerja sama dengan Jasa Marga, sehingga kita sebetulnya sudah tidak perlu lagi menggunakan jembatan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan bahwa praktik pungli pada kasus kendaraan ODOL sangat merugikan. Berdasarkan temuan, pungutan liar yang dibebankan kepada satu kendaraan bisa mencapai Rp 150 juta per tahun.

> “Kami tidak menutup mata masih adanya oknum yang melakukan kegiatan ilegal tersebut, terutama di jembatan timbang. Padahal jembatan timbang jadi garda terdepan dalam menangani kendaraan over dimension overload,” ungkap Aan.

 

Ia menyebutkan, Kemenhub kini tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru serta mempercepat modernisasi peralatan penimbangan kendaraan. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif sekaligus menekan potensi pelanggaran.

Aan menambahkan bahwa penggunaan sistem penindakan elektronik berbasis WIM akan membawa perubahan signifikan dalam mekanisme pengawasan. Dengan sistem ini, interaksi langsung antara petugas dan pengemudi dapat diminimalisasi, sehingga peluang terjadinya pungli juga ikut berkurang.

“Kami sedang menyusun penindakan secara elektronik dengan memasang WIM untuk melakukan penindakan. Harapannya secara jangka panjang ini akan memberikan efek jera pada pelanggar,” pungkasnya.

 

Pen. Octa. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh