Home / Ekonomi / Ekonom Sambut Positif Alokasi Rp 268 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis di RAPBN 2026

Ekonom Sambut Positif Alokasi Rp 268 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis di RAPBN 2026

Majalahsuaraforum.com – Rencana pemerintah mengalokasikan anggaran jumbo dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari kalangan ekonom.

Ekonom senior sekaligus associate faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, menilai bahwa arah kebijakan belanja negara tahun depan sudah mencerminkan perhatian nyata terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Kementerian dan lembaga yang menyerap budget fiskal 2026, itu betul-betul syarat dengan kepentingan rakyat. Makanya tema besar yang disampaikan adalah ini semua untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Ryan saat berbincang dalam program Investor Daily Special, Senin (18/8/2025).

Dalam RAPBN 2026, salah satu fokus utama adalah pengalokasian dana sebesar Rp 268 triliun kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dana besar ini ditujukan untuk menyukseskan program MBG yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, hingga kelompok masyarakat lainnya agar memperoleh akses terhadap gizi yang lebih sehat dan seimbang.

Ryan menekankan bahwa langkah pemerintah tersebut tidak hanya sekadar kebijakan anggaran, tetapi juga wujud implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “APBN 2026 sangat mengakomodasi salah satu visi utama Presiden Prabowo, yaitu meningkatkan kesejahteraan dalam konteks program MBG untuk anak sekolah, ibu hamil, dan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 yang menekankan bahwa perekonomian nasional harus diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Diksi mengenai kesejahteraan rakyat itu terulang kali disampaikan oleh Bapak Presiden dengan merujuk kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 kita,” pungkas Ryan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pidato kenegaraan mengenai Rancangan Undang-Undang APBN 2026 beserta Nota Keuangan dalam rapat paripurna DPR RI pada pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan komitmen untuk menjaga kesehatan fiskal negara dengan mengelola APBN secara efisien, transparan, dan tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya menekan defisit agar tidak membebani perekonomian nasional.

Adapun struktur APBN 2026 dirancang dengan Belanja Negara sebesar Rp 3.786,5 triliun, Pendapatan Negara Rp 3.147,7 triliun, dan defisit Rp 638,8 triliun atau setara dengan 2,48% terhadap PDB.

“Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin,” tegas Presiden Prabowo.

Dengan demikian, alokasi anggaran yang besar untuk program MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tahun-tahun mendatang.

 

Pen. Lan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh