Home / Kabar Berita / Armada Sipil Internasional Siap Berlayar ke Gaza, Tantang Blokade Israel

Armada Sipil Internasional Siap Berlayar ke Gaza, Tantang Blokade Israel

Majalahsuaraforum.com – Dukungan global terhadap Palestina kembali menguat melalui aksi nyata. Para aktivis dari 44 negara berkumpul di Tunis, Tunisia, guna merancang keberangkatan armada laut sipil internasional yang diberi nama Global Sumoud Flotilla. Misi utama mereka adalah untuk menembus blokade yang diberlakukan Israel atas Jalur Gaza dan membawa bantuan serta solidaritas ke wilayah tersebut.

Empat organisasi besar bersatu dalam inisiatif ini, yakni Flotilla Keteguhan Maghreb, Gerakan Global Menuju Gaza, Inisiatif Asia Timur, dan Freedom Flotilla. Gabungan kekuatan ini menghasilkan gerakan maritim global yang pertama kali dikoordinasikan secara serempak.

Menurut laporan dari Palestine Chronicle yang mengutip pernyataan aktivis Haifa Al-Mansouri, armada akan mulai berlayar dari berbagai pelabuhan dunia. Pelayaran pertama dijadwalkan dari Spanyol pada 31 Agustus 2025, diikuti oleh keberangkatan kedua dari Tunisia pada 4 September 2025.

Dalam konferensi pers di Tunis, Al-Mansouri menegaskan bahwa tujuan armada ini bukan hanya menembus blokade, tetapi juga membuka jalur kemanusiaan laut serta menyerukan diakhirinya tindakan yang ia sebut sebagai genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina.

Puluhan kapal besar dan kecil dipersiapkan untuk berlayar pada akhir musim panas tahun ini, menjadikan misi ini sebagai armada sipil gabungan pertama yang diluncurkan dari berbagai penjuru dunia secara bersamaan untuk menuju Gaza.

Aktivis lingkungan ternama, Greta Thunberg, turut hadir dalam upaya ini. Ia tampak berdiri di atas kapal Madleen saat bersiap berangkat dari pelabuhan Catania, Sisilia, Italia, pada tanggal 1 Juni 2025, bersama para anggota Koalisi Armada Kebebasan.

Saif Abu Kishk, salah satu koordinator dalam gerakan ini, mengungkapkan bahwa lebih dari 6.000 relawan telah mendaftar melalui situs resmi armada. Para peserta akan menjalani pelatihan sebelum keberangkatan di pelabuhan masing-masing, dan mereka juga akan mengikuti berbagai kegiatan simultan saat tiba di lokasi tujuan.

Abu Kishk menjelaskan bahwa kehadiran ribuan warga sipil di laut diharapkan dapat meningkatkan tekanan internasional terhadap pemerintah-pemerintah dunia agar bersikap tegas terhadap blokade Israel yang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.

Upaya terbaru untuk mencapai Gaza melalui laut sebelumnya dilakukan oleh kapal Handala, yang dicegat oleh militer Israel pada akhir bulan lalu. Kapal itu sempat mencapai jarak 70 mil laut dari Gaza, melampaui sejumlah misi sebelumnya, seperti Mavi Marmara (2010) yang dicegat di 72 mil, Madeleine di 110 mil, dan Al-Dameer di 1.050 mil dari pantai Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel diketahui memperketat blokade terhadap Gaza secara drastis. Semua jalur masuk bantuan kemanusiaan, medis, dan logistik ditutup pada 2 Maret lalu, menyebabkan krisis pangan besar-besaran. Akibat kebijakan ini, menurut laporan terbaru, sebanyak 159 warga Palestina telah meninggal karena kelaparan, termasuk 90 anak-anak.

Dengan gelombang solidaritas global yang semakin besar, armada ini diharapkan menjadi simbol perlawanan damai serta harapan baru bagi rakyat Gaza.

 

Pen. Red. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh