majalahsuaraforum.com – Penyanyi muda Nyoman Paul Fernando Aro, atau dikenal sebagai Nyoman Paul, mengungkap kisah menyayat hati tentang masa kecilnya yang penuh luka. Dalam wawancara bersama Denny Sumargo di kanal YouTube-nya, Paul mengisahkan bagaimana ia tak mengenali ibunya sendiri karena trauma keluarga yang mendalam.
Semua bermula saat Paul masih berusia dua tahun. Ia lahir dalam keluarga yang secara ekonomi berkecukupan di Jakarta. Namun, di balik kemewahan tersebut, kedua orang tua sering terlibat dalam pertengkaran hebat, yang dipicu oleh kebiasaan pesta dan konsumsi alkohol.
“Mereka tidak pernah cerita langsung ke Paul, tapi Paul sering mendengar kalau mereka suka pesta berlebihan. Akhirnya mereka sering ribut, KDRT juga,” ujar Paul.
Pertikaian itu mencapai puncaknya ketika ibunya dilaporkan oleh sang ayah dan akhirnya dipenjara. Akibat kejadian itu, Paul tidak hanya kehilangan kebersamaan dengan sang ibu, tetapi juga tidak mengenal wajah dan nama ibunya.
Merasa khawatir dengan kondisi mental Paul kecil yang saat itu menyaksikan kekacauan rumah tangga, adik sang ibu akhirnya mengambil langkah drastis dengan membawanya pergi ke Bali.
“Adiknya Mama yang membawa kabur aku waktu itu, karena situasinya sudah kacau banget,” cerita Paul.
Namun pengungsinya tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian, ayahnya datang menjemputnya kembali. Kondisi ini membuat Paul tumbuh dengan ingatan yang kabur tentang sang ibu.
Cerita yang menyentuh ini menampilkan dampak panjang konflik rumah tangga terhadap anak. Paul menjadi contoh nyata bagaimana luka masa lalu bisa membentuk kehidupan seseorang, meski kini ia tetap tegar dan sukses di dunia musik.(Nal)











