Majalahsuaraforum.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, memberikan pengarahan kepada para Koordinator Wilayah (Korwil) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Mashudi menegaskan pentingnya peran strategis Korwil sebagai motor penggerak dalam menyukseskan program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pemasyarakatan.
Mashudi menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program rutin, melainkan bentuk kontribusi nyata dari sistem pemasyarakatan bagi bangsa dan negara. “Ketahanan pangan adalah wujud nyata partisipasi kita dalam menjaga stabilitas dan kemandirian bangsa. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia mendorong para Korwil untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, serta mendorong UPT agar lebih aktif dalam menjalankan program-program unggulan. Menurutnya, pemanfaatan lahan, keterampilan warga binaan, dan inovasi lokal dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi yang inklusif.
Tak hanya itu, Dirjenpas juga menyoroti pentingnya pengembangan produk karya warga binaan. Ia menyebut produk tersebut berpeluang besar untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional. Untuk itu, Mashudi mendorong UPT agar menjalin kemitraan strategis dengan pihak swasta, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah guna memperluas akses pasar serta meningkatkan kualitas produk.
“Produk warga binaan punya potensi tinggi. Dengan kolaborasi yang tepat, kita bisa bantu mereka menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Mashudi kembali menekankan pentingnya sinergi, komunikasi yang efektif, dan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan tugas pemasyarakatan secara holistik.
Sementara itu, Direktur Pengamanan dan Intelijen, Tatan Dirsan Atmaja, menambahkan bahwa media massa juga memiliki peran penting dalam mendukung tugas pemasyarakatan. Menurutnya, media dapat menjadi mitra strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan serta membangun citra positif lembaga pemasyarakatan di mata publik.
“Kolaborasi dengan media adalah langkah preventif sekaligus strategis untuk menjaga keamanan dan membangun kepercayaan masyarakat,” ungkap Tatan.
Dengan arahan ini, diharapkan Korwil UPT Pemasyarakatan semakin bersemangat dan responsif dalam menggerakkan program-program unggulan, demi mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, berdaya saing, dan kontributif bagi pembangunan nasional.
Pen. Hil.











