majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinilai dari tingginya angka pertumbuhan maupun pencapaian statistik. Menurutnya, pembangunan yang sesungguhnya harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa orientasi pembangunan nasional harus berpusat pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pencapaian angka ekonomi.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Nilai Pancasila Prabowo menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar bangsa saat ini adalah memastikan pembangunan ekonomi berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ia mengajak seluruh pemimpin dan elite bangsa untuk melakukan evaluasi secara jujur terhadap hasil pembangunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurutnya, meskipun ekonomi Indonesia terus mencatat pertumbuhan, perlu dilihat secara objektif apakah manfaat dari pertumbuhan tersebut sudah dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh, tetapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ucap Prabowo.
Kekayaan Alam Indonesia Dinilai Sangat Besar Presiden menilai Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk mencapai kemakmuran nasional. Ia menyoroti besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini, mulai dari berbagai mineral strategis hingga komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki cadangan tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, kelapa sawit, serta beragam hasil pertanian yang menjadi kekuatan ekonomi nasional.
Selain sektor sumber daya alam, Indonesia juga dinilai semakin tangguh dalam bidang ketahanan pangan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi banyak negara, Indonesia mampu menunjukkan perkembangan positif dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Namun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan alam yang melimpah tersebut selama ini belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi rakyat Indonesia.
Menurutnya, dalam jangka waktu yang cukup panjang, sebagian besar nilai tambah dari sumber daya nasional justru lebih banyak dinikmati oleh pihak luar, sementara masyarakat Indonesia belum memperoleh manfaat yang sebanding dengan kekayaan yang dimiliki bangsanya sendiri.
Transformasi Ekonomi Jadi Prioritas Pemerintah Untuk menjawab tantangan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya menjadikan transformasi ekonomi sebagai salah satu agenda utama. Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun struktur ekonomi yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ekonomi Pancasila harus dibangun di atas fondasi religiusitas, kemanusiaan, serta persatuan nasional. Dalam pandangannya, sistem ekonomi nasional harus berpihak pada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia secara luas, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Perkuat Hilirisasi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk memperkuat pengelolaan kekayaan nasional. Salah satunya melalui penerapan kebijakan ekspor satu pintu yang dijalankan melalui BUMN ekspor.
Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat investasi pada sektor industrialisasi berbasis hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas dan sumber daya alam Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan manfaat ekonomi yang lebih besar tetap berada di dalam negeri dan dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo juga menekankan pentingnya keberpihakan negara kepada kelompok masyarakat yang masih membutuhkan perhatian lebih besar, termasuk anak-anak, petani, dan nelayan.
“Anak-anak kita, anak-anak saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya, harus memperoleh gizi yang cukup. Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil, harus dibantu, dan harus diberdayakan,” kata Prabowo.
Mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran yang Inklusif Melalui transformasi ekonomi yang berlandaskan Pancasila, Prabowo berharap pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan sosial dan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika hasil-hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Lan.










