Majalahsuaraforum.com – Menyikapi insiden kebakaran kapal KM Barcelona V di perairan Sulawesi Utara baru-baru ini, Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto, mengusulkan kebijakan baru guna meningkatkan keselamatan pelayaran di Indonesia. Dalam pernyataannya, Sriyanto menyarankan agar seluruh penumpang kapal laut diwajibkan mengenakan pelampung selama perjalanan, layaknya penggunaan sabuk pengaman di pesawat terbang.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh menunggu tragedi demi tragedi untuk bertindak. Pemakaian pelampung selama pelayaran harus diwajibkan, bukan sekadar formalitas atau sekadar tersedia di bawah kursi,” tegas Sriyanto dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan, Selasa (30/7).
Usulan tersebut mencuat setelah kapal KM Barcelona V yang mengangkut ratusan penumpang terbakar di tengah laut, memicu kepanikan dan evakuasi darurat. Meski sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan, insiden ini menjadi pengingat serius akan lemahnya penerapan standar keselamatan di sektor transportasi laut Indonesia.
Sriyanto juga menyoroti lemahnya regulasi dan minimnya pengawasan di lapangan. Ia mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera mereformasi sistem keselamatan pelayaran secara menyeluruh. Reformasi ini, menurutnya, harus mencakup:
-
Peningkatan pelatihan dan edukasi untuk awak kapal mengenai prosedur darurat;
-
Sosialisasi keselamatan bagi penumpang sebelum keberangkatan;
-
Inspeksi berkala terhadap perlengkapan keselamatan, termasuk pelampung dan sekoci;
-
Simulasi evakuasi rutin di pelabuhan maupun di atas kapal.
“Kita sudah terlalu sering mendengar berita kecelakaan kapal, dari kasus KM Lestari Maju, KM Arista, hingga yang terbaru KM Barcelona V. Kita butuh tindakan konkret, bukan hanya reaksi sesaat,” ujarnya.
Selain itu, Sriyanto mendorong adanya revisi terhadap regulasi keselamatan pelayaran agar lebih adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Ia juga menyarankan agar anggaran pengawasan pelayaran diperkuat untuk memperluas jangkauan inspeksi dan mempercepat tanggap darurat saat terjadi kecelakaan.
Isu keselamatan transportasi laut memang terus menjadi sorotan. Data dari KNKT dan Basarnas menunjukkan bahwa kecelakaan kapal masih kerap terjadi akibat kelebihan muatan, cuaca ekstrem, atau kelalaian prosedur keamanan.
Dengan usulan ini, Sriyanto berharap terjadi perubahan nyata dalam budaya keselamatan maritim di Indonesia, agar seluruh penumpang kapal bisa merasa aman saat menyeberang dari satu pulau ke pulau lain.
Pen. Dw.











