majalahsuaraforum.com — Kemeriahan berubah menjadi kesedihan. Sebuah pesta rakyat yang digelar untuk merayakan pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat, justru meninggalkan luka mendalam bagi warga Garut.
Acara yang digelar Jumat siang di Pendopo Garut dan Alun-Alun Babancong, dirancang sebagai bentuk syukur atas bersatunya dua sosok muda penting Jawa Barat. Ribuan warga diundang untuk menikmati sajian kuliner gratis dari 25 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Sejak pukul 13.00 WIB, masyarakat berdatangan membawa harapan dan semangat untuk menjadi bagian dari hari bahagia pasangan tersebut. Namun, apa yang semestinya menjadi pesta rakyat, berubah menjadi tragedi.
Sekitar pukul 15.30 WIB, kerumunan membludak di sejumlah tenda makanan. Pengamanan yang tak seimbang dengan jumlah pengunjung menyebabkan desak-desakan tak terkendali. Suasana berubah mencekam. Teriakan dan tangis pecah saat beberapa warga terinjak dalam kekacauan itu.
Informasi dari Radar Garut menyebutkan, peristiwa ini menewaskan tiga orang—dua di antaranya adalah warga sipil, dan satu lainnya adalah anggota kepolisian yang tengah bertugas.
Korban Meninggal:
- Vania Aprilia (8) – Warga Sukamentri, Garut Kota
- Dewi Jubaedah (61)
- Bripka Cecep Saeful Bahri (39) – Anggota Kepolisian
Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat terinjak-injak dan langsung dilarikan ke RSU dr Slamet Garut. Para tenaga medis dan relawan berjibaku di tengah kepanikan, memberikan pertolongan pertama sebelum korban dipindahkan ke rumah sakit.
Pihak pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun duka mendalam menyelimuti warga Garut yang awalnya datang dengan sukacita.
Pesta rakyat yang digagas sebagai simbol kegembiraan, kini tercoreng oleh duka dan kehilangan. Harapan akan perayaan berubah menjadi kenangan pahit—mengajarkan bahwa kemeriahan tanpa perencanaan yang matang bisa berujung petaka.(Pen/an*)











