majalahsuaraforum.com — Rencana peluncuran paspor dengan desain merah putih yang semula dijadwalkan bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia, resmi ditunda. Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah peningkatan layanan keimigrasian dan efisiensi anggaran, sebagaimana diarahkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.(hil)
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah proses evaluasi mendalam dan pertimbangan dari berbagai pihak.
“Setelah melalui evaluasi secara menyeluruh, Ditjen Imigrasi memutuskan untuk menunda implementasi paspor desain merah putih. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab, serta melibatkan banyak pihak,” ujar Yuldi kepada wartawan, Jumat (18/7).
Langkah ini juga menjadi bentuk respons terhadap masukan masyarakat, khususnya terkait urgensi dan prioritas pelayanan publik. Data dari analisis unggahan media sosial selama Agustus 2024 hingga Juli 2025 menunjukkan adanya harapan agar pemerintah fokus pada substansi, bukan hanya tampilan.
“Masyarakat mengharapkan kebijakan pemerintah yang lebih fokus pada penguatan substansi paspor, yaitu penguatan posisi paspor Indonesia secara global,” jelas Yuldi.
Yuldi menambahkan bahwa imigrasi akan terus melakukan inovasi, bukan hanya secara fisik tetapi dalam sistem pelayanan berbasis digital. Menurutnya, transformasi pelayanan yang efisien dan aman jauh lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Perlu digarisbawahi bahwa ditundanya kebijakan ini bukan berarti fokus untuk memperkuat Paspor Indonesia berhenti dilakukan. Langkah strategis yang melibatkan instansi pemerintah terkait serta seluruh masyarakat Indonesia diperlukan, dan kami harap kita semua dapat saling mendukung guna memperkuat Paspor Indonesia.”
Senada dengan itu, Menteri Imipas Agus Andrianto menyatakan bahwa Ditjen Imigrasi tetap berkomitmen untuk memperkuat posisi paspor Indonesia melalui inovasi jangka panjang.
“Inovasi Ditjen Imigrasi akan terus berlanjut, dengan fokus pada pengembangan jangka panjang untuk memperkuat paspor Republik Indonesia melalui peningkatan keamanan digital dan efisiensi pelayanan. Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat dalam menghadapi penyesuaian ini,” ujar Agus.
Langkah ini diharapkan menjadi pijakan untuk membangun sistem imigrasi yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.











