Majalahsuaraforum.com, Jakarta, 6 Juli 2025 — Pemerintah terus mengintensifkan pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang karam di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa operasi pencarian kini diperluas, dengan melibatkan gabungan kekuatan dari laut, udara, dan darat.
Operasi ini memanfaatkan berbagai peralatan canggih, termasuk teknologi pendeteksi bawah laut milik Koarmada II Surabaya yang mampu menjangkau kedalaman hingga 400 meter. Selain itu, tim penyelam, pasukan elite Kopaska, helikopter, serta ahli pemetaan laut dari Pushidrosal juga turut dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
Menhub menyebut bahwa Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, Polri, KNKT, dan instansi terkait lainnya telah bergerak cepat dan bersinergi sejak hari ketiga pascakejadian. Fokus utama mereka adalah menemukan para korban yang masih hilang dan memastikan penanganan optimal terhadap para penyintas.
Menurut data dari Basarnas hingga Sabtu pagi (5 Juli), dari total 65 orang yang berada di kapal (terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru), sebanyak 30 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 29 orang masih dalam proses pencarian.
Upaya pencarian kini mencakup area yang lebih luas, dari radius awal tiga mil laut diperluas hingga enam mil laut dari lokasi kejadian. Sebanyak 15 unit kapal dan beberapa pesawat ikut terlibat dalam misi ini, termasuk KN Permadi, KN Arjuna, helikopter milik Polairud, dan pesawat pengintai dari TNI AL.
Kondisi cuaca di wilayah tersebut cukup menantang, dengan potensi hujan ringan, gelombang laut setinggi 0,5 hingga 2 meter, dan hembusan angin berkekuatan 4–20 knot.
Di sisi lain, para korban selamat terus mendapatkan pendampingan medis dan psikologis untuk membantu proses pemulihan mereka. Pemerintah menegaskan bahwa perhatian terhadap para penyintas juga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.
Menteri Dudy menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pencarian tidak akan dihentikan sampai semua korban ditemukan. Ia menyebut misi ini sebagai kewajiban kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pen. Lan.











