Home / Kabar Berita / Trump Tandatangani RUU Pajak dan Pengeluaran Kontroversial di Hari Kemerdekaan, Dikecam karena Potensi Defisit Membengkak

Trump Tandatangani RUU Pajak dan Pengeluaran Kontroversial di Hari Kemerdekaan, Dikecam karena Potensi Defisit Membengkak

Majalahsuaraforum.com, D.C., 4 Juli 2025 — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani undang-undang perpajakan dan pengeluaran besar-besaran yang kontroversial pada perayaan Hari Kemerdekaan, 4 Juli 2025. Penandatanganan berlangsung di Gedung Putih dengan penuh seremoni, disertai parade udara pesawat pengebom dan jet tempur yang menggelegar di langit ibu kota.

Trump menyebut undang-undang tersebut sebagai “Satu RUU Besar yang Indah” dan mengklaim bahwa Amerika sedang mengalami “kemenangan besar.” “Ini adalah hari bersejarah untuk rakyat Amerika,” ujar Trump di hadapan para pendukung dan pejabat tinggi negara. “Kami telah mengembalikan kekuatan ke tangan rakyat, ke militer kita, dan ke perbatasan kita.”

RUU yang ditandatangani mencakup sejumlah janji kampanye utama Trump, seperti pemotongan pajak besar-besaran, peningkatan signifikan anggaran militer, dan pendanaan tambahan untuk program deportasi migran. Pemerintah menyebut RUU ini sebagai langkah untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Amerika dan memperkuat keamanan nasional.

Namun, di balik euforia Gedung Putih, RUU ini memicu kekhawatiran luas, terutama karena dampaknya terhadap anggaran negara. Para analis fiskal memperkirakan RUU tersebut berpotensi meningkatkan defisit anggaran hingga US$ 3,4 triliun dalam satu dekade ke depan.

Kritik keras datang tidak hanya dari Partai Demokrat, tetapi juga dari beberapa anggota Partai Republik dan tokoh berpengaruh seperti Elon Musk, yang menyebut RUU itu sebagai “bom waktu fiskal.” Para kritikus mengkhawatirkan bahwa undang-undang ini akan menyebabkan pemangkasan besar-besaran pada program kesejahteraan sosial, seperti Medicaid dan bantuan pangan, yang selama ini menjadi penopang hidup jutaan warga berpendapatan rendah.

“RUU ini bukan hanya tidak bertanggung jawab secara fiskal, tapi juga tidak berperikemanusiaan,” kata Senator Demokrat Elizabeth Warren. “Ini akan menyebabkan penutupan rumah sakit di daerah pedesaan, dan memaksa keluarga-keluarga memilih antara makan dan berobat.”

Menanggapi kritik tersebut, Trump menepisnya sebagai “narasi lama dari lawan politik yang panik.” Ia menegaskan bahwa reformasi ini akan membuka lapangan kerja, menumbuhkan ekonomi, dan “menjadikan Amerika lebih kuat dari sebelumnya.”

Sementara itu, Partai Demokrat berharap bahwa reaksi publik terhadap RUU ini akan menjadi momentum penting bagi mereka dalam pemilu sela 2026, dengan tujuan merebut kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat.

Dengan RUU ini kini resmi menjadi undang-undang, perhatian publik dan pasar keuangan kini tertuju pada dampak jangka panjang dari kebijakan fiskal Trump di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

 

Pen. Red. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh