Majalahsuaraforum.com, 5 Juli 2025 — Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penipuan daring bermodus love scamming yang telah merugikan sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah. Dalam operasi ini, polisi menangkap beberapa pelaku yang diketahui menggunakan foto seorang selebgram asal Malaysia untuk membangun hubungan asmara palsu dengan para korban.
Modus love scamming yang dijalankan sindikat ini melibatkan upaya membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial atau aplikasi pesan instan. Setelah hubungan terjalin, korban kemudian diajak untuk berinvestasi dalam proyek bisnis fiktif dengan iming-iming keuntungan besar.
“Para pelaku dengan sengaja menggunakan identitas palsu, termasuk foto selebgram asal Malaysia yang memiliki banyak pengikut, untuk meyakinkan korban. Setelah korban merasa terikat secara emosional, mereka mulai digiring untuk mengirimkan uang sebagai bagian dari investasi fiktif,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, dalam konferensi pers.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menangkap beberapa anggota sindikat di sejumlah lokasi berbeda. Namun, satu orang pelaku yang diduga sebagai otak dari jaringan ini masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Lebih lanjut, penyelidikan juga mengungkap bahwa sindikat ini sebelumnya pernah beroperasi di Kamboja sebelum memindahkan aksinya ke Indonesia. Hal ini menunjukkan pola operasi lintas negara yang dilakukan oleh jaringan penipuan tersebut.
Para pelaku dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penipuan, serta pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang memungkinkan penyitaan aset hasil kejahatan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap bentuk-bentuk penipuan berbasis hubungan daring, terutama yang melibatkan tawaran investasi. “Jika seseorang yang baru dikenal secara daring mulai berbicara soal uang atau investasi, itu patut dicurigai,” ujar Zulpan.
Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap bahaya love scamming, yang tak hanya menghancurkan keuangan, tetapi juga menimbulkan luka emosional bagi para korbannya.
Pen. Hil.











