majalahsuaraforum.com — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis antara Indonesia dan Singapura, termasuk penguatan kerja sama ekonomi, energi, investasi, hingga persiapan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang dikenal dengan tema “Rising 60”.
Pantauan di lokasi menunjukkan kedua menteri tiba sekitar pukul 10.30 WIB dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Setelah penandatanganan buku tamu, keduanya langsung melangsungkan audiensi bilateral bersama delegasi masing-masing.
Dalam keterangannya, Sugiono mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang kuat selama enam dekade terakhir.
“Selama 6 dekade terakhir, kedua negara telah membangun kemitraan yang sangat kuat, yang didasari oleh kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan yang sejalan. Ini bukan sekadar peringatan diplomatik, tetapi juga momentum untuk memperkuat kembali kemitraan kita di masa depan dan menentukan arah strategis baru bagi kedua negara,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah persiapan Leaders’ Retreat sebagai kelanjutan dari pertemuan strategis tahun sebelumnya. Dalam forum itu, kedua negara akan menindaklanjuti 19 poin kerja sama yang telah disepakati.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Singapura membahas pengembangan perdagangan listrik lintas negara serta investasi energi berkelanjutan yang diproyeksikan menjadi salah satu proyek energi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Dalam bidang energi, kami membahas perdagangan listrik lintas batas serta pengembangan dan investasi energi yang diharapkan menjadi proyek listrik berkelanjutan terbesar di kawasan. Di bidang ketahanan pangan, kami sepakat untuk memperluas kerja sama agribisnis dan teknologi,” ujarnya.
Selain sektor energi dan pangan, kedua negara juga berkomitmen melanjutkan pengembangan kawasan industri strategis seperti Batam, Bintan, Karimun, serta Kendal Industrial Park di Jawa Tengah.
Sugiono menilai pengembangan kawasan industri tersebut bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
“Inisiatif ini bukan hanya proyek ekonomi, tetapi juga peluang untuk menciptakan lapangan kerja, membuka kesempatan baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara,” tambah Sugiono.
Sementara itu, Vivian Balakrishnan menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki hubungan ekonomi yang saling bergantung dan saling menguntungkan. Ia menyebut Singapura telah menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir.
“Hal tersebut mencerminkan kepercayaan Singapura terhadap kekuatan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Investasi yang terus mengalir merupakan bentuk keyakinan terhadap potensi Indonesia. Kita memiliki berbagai proyek bilateral seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah,” kata Vivian.
Menurut Vivian, proyek-proyek kerja sama tersebut memiliki prospek besar, terutama di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau yang kini menjadi fokus pembangunan kedua negara.
Ia juga menyampaikan keinginan Singapura untuk memperluas kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk mendorong penguatan kerja sama regional bersama Malaysia melalui konsep Segitiga Pertumbuhan Singapura–Johor–Riau atau SIJORI.
“Karena itu, kami juga ingin memperluas kerja sama dengan berbagai provinsi di Indonesia. Kami juga melihat peluang agar Singapura dan Indonesia dapat bekerja lebih erat bersama Malaysia, termasuk melalui pengembangan kembali kerja sama Segitiga Pertumbuhan Singapura–Johor–Riau atau SIJORI. Saya percaya kemitraan ini dapat memberikan manfaat besar bagi ketiga negara,” pungkas Vivian.
Red.











