majalahsuaraforum.com – Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia, terancam tidak dapat mengikuti balapan utama MotoGP Qatar 2026 setelah mengalami kecelakaan hebat dalam sesi sprint race, Sabtu (7/11/2026). Insiden tersebut mengakibatkan pebalap asal Italia itu mengalami dua patah tulang pada kaki kanannya.
Akibat cedera tersebut, Bagnaia harus menjalani pemeriksaan medis lanjutan di salah satu rumah sakit di Doha. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera sekaligus menentukan apakah ia membutuhkan tindakan operasi.
Direktur Medis MotoGP, Dr Angel Charte, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal di pusat medis Sirkuit Internasional Losail menemukan dua bagian tulang yang mengalami patah, yakni metatarsal keempat dan kelima pada kaki kanan Bagnaia.
“Pemeriksaan medis awal yang dilakukan pada Pecco Bagnaia di pusat medis di Sirkuit Internasional Losail telah mengungkapkan terdapat dua patah tulang di kaki kanannya, yang memengaruhi metatarsal keempat dan kelima,” ucap direktur medis MotoGP, Dr Angel Charte dalam keterangan resmi Ducati, Minggu (8/11/2026).
Pihak MotoGP menyampaikan bahwa Bagnaia akan segera dipindahkan ke rumah sakit di Doha untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penanganan medis yang tepat, termasuk kemungkinan operasi akibat patah tulang yang dialaminya.
“Pebalap tersebut akan dipindahkan malam ini ke Rumah Sakit Doha untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan apakah patah tulang tersebut memerlukan operasi,” tulisnya.
Kondisi tersebut membuat peluang Bagnaia tampil dalam balapan utama MotoGP Qatar 2026 di Lusail International Circuit pada Minggu (8/11/2026) semakin diragukan. Hingga saat ini, Ducati belum menyampaikan keputusan resmi mengenai keikutsertaan pebalap andalannya tersebut.
Ditabrak Aldeguer di Tikungan Terakhir
Kecelakaan yang menimpa Bagnaia terjadi ketika dirinya mengikuti sprint race MotoGP Qatar yang berlangsung sebanyak 11 putaran. Pada awal perlombaan, pebalap Ducati tersebut sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan merebut posisi terdepan setelah melewati tikungan pertama.
Namun, posisinya kemudian merosot hingga berada di urutan kelima pada lap pertama. Situasi semakin buruk ketika insiden tabrakan terjadi di tikungan terakhir.
Bagnaia ditabrak oleh Fermin Aldeguer, pebalap dari tim Gresini, hingga keduanya terlibat kecelakaan. Benturan keras tersebut menyebabkan Bagnaia terjatuh dan memicu penghentian sementara jalannya perlombaan.
Petugas balapan kemudian mengibarkan bendera merah atau red flag untuk menghentikan kompetisi sementara waktu. Langkah tersebut dilakukan agar petugas keselamatan dapat menangani insiden dan mengevakuasi pebalap yang terlibat.
Bagnaia selanjutnya dievakuasi menggunakan tandu oleh petugas keselamatan. Meski mengalami kecelakaan cukup serius, ia dilaporkan masih dalam kondisi sadar ketika berada di lokasi kejadian.
Insiden tersebut menjadi pukulan bagi Ducati Lenovo Team, mengingat Bagnaia merupakan salah satu pebalap andalan mereka dalam persaingan MotoGP.
Pemeriksaan Medis Tentukan Nasib Bagnaia
Cedera yang dialami Bagnaia kini menjadi perhatian utama menjelang balapan utama MotoGP Qatar 2026. Dua patah tulang pada bagian metatarsal kaki kanan berpotensi menghambat kemampuannya mengendalikan motor selama perlombaan.
Keputusan mengenai kemungkinan operasi dan pemulihan cedera akan bergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan di rumah sakit Doha.
Apabila kondisi tersebut tidak memungkinkan dirinya untuk kembali mengendarai motor, Bagnaia berpeluang melewatkan balapan utama di Qatar.
Untuk sementara, nasib pebalap Italia tersebut masih menunggu hasil evaluasi tim medis. Ducati pun belum memberikan kepastian apakah Bagnaia dapat kembali tampil atau harus mengakhiri akhir pekan balap MotoGP Qatar 2026 lebih cepat akibat kecelakaan tersebut.
jay.










