Home / Hukum - Kriminal / Perkuat Deteksi Dini TBC, Lapas Pemuda Plantungan Bersinergi dengan Dinkes Kendal dan Puskesmas Plantungan Gelar Active Case Finding Terintegrasi CKG

Perkuat Deteksi Dini TBC, Lapas Pemuda Plantungan Bersinergi dengan Dinkes Kendal dan Puskesmas Plantungan Gelar Active Case Finding Terintegrasi CKG

majalahsuaraforum.com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus memperkuat komitmen dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan maupun jajaran pegawai. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan *Active Case Finding* (ACF) Tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Kecamatan Plantungan, dengan sasaran pemeriksaan meliputi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta pegawai Lapas.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tuberkulosis sekaligus mendorong deteksi dini guna mencegah penyebaran penyakit di lingkungan lapas. Melalui pemeriksaan kesehatan yang terintegrasi, tenaga kesehatan melakukan skrining untuk mengidentifikasi individu yang berpotensi mengalami gejala TBC sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur medis yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Pelaksanaan *Active Case Finding* TBC terintegrasi CKG ini melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Kecamatan Plantungan yang bekerja sama dengan jajaran Lapas. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan, penemuan kasus secara aktif, serta peningkatan akses terhadap layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan dan pegawai.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama, baik bagi warga binaan maupun seluruh petugas yang menjalankan tugas di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, upaya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan sedini mungkin serta mendukung terciptanya lingkungan lapas yang sehat dan aman.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan *Active Case Finding* TBC terintegrasi CKG ini sebagai langkah nyata dalam menjaga kesehatan warga binaan dan seluruh pegawai. Deteksi dini sangat penting agar potensi penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan. Kami juga mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Kecamatan Plantungan yang telah bersinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan lapas,” ujar Kalapas Suharno.

Sejalan dengan hal tersebut, dr. Nailul Hikmah dari Puskesmas Kecamatan Plantungan menyampaikan bahwa pemeriksaan aktif TBC merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan penemuan kasus sejak dini sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi kelompok masyarakat, termasuk warga binaan dan petugas di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, skrining kesehatan perlu dilakukan untuk membantu mengidentifikasi individu yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC sehingga dapat menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi medis. Melalui kegiatan yang terintegrasi dengan CKG, upaya deteksi dini diharapkan dapat berjalan secara lebih menyeluruh, disertai edukasi mengenai gejala TBC, pencegahan penularan, serta pentingnya segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.

Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Puskesmas Kecamatan Plantungan, dan Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian TBC. Sinergi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan melalui pemeriksaan, edukasi, dan tindak lanjut berdasarkan hasil skrining.

Lebih lanjut, Suharno menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Oleh karena itu, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan akan terus mendukung berbagai program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, termasuk meningkatkan edukasi mengenai gejala TBC, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga binaan dan pegawai untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Melalui kerja sama dengan instansi kesehatan, kami ingin memastikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan dapat dilakukan secara optimal, sehingga lingkungan lapas tetap terjaga kesehatannya dan kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan *Active Case Finding* TBC terintegrasi CKG ini, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Kecamatan Plantungan berupaya memperkuat sinergi dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini, memperluas akses pemeriksaan kesehatan, serta mendorong penanganan yang tepat sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan yang optimal sebagai bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus perlindungan kesehatan bagi seluruh pegawai. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan mendukung pelaksanaan pembinaan secara berkelanjutan.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *