majalahsuaraforum.com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemupukan tanaman melon di area greenhouse lapas pada Kamis, 22 Oktober 2026, yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran petugas, serta peserta magang.
Kegiatan pemupukan ini merupakan bagian dari proses perawatan tanaman melon untuk mendukung pertumbuhan yang optimal sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di lingkungan lapas. Pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman agar pertumbuhan tetap terjaga dan kualitas buah dapat dioptimalkan hingga masa panen.
Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya terlibat dalam perawatan tanaman, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik budidaya melon, khususnya dalam proses pemupukan dan pemeliharaan tanaman di greenhouse. Keterlibatan petugas dan peserta magang turut mendukung proses berbagi pengetahuan serta meningkatkan pemahaman praktis warga binaan di bidang pertanian.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Bapak Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pertanian yang dilaksanakan secara bersama-sama merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada warga binaan. Pemupukan tanaman melon bukan hanya tentang merawat tanaman agar tumbuh dengan baik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan. Dengan pendampingan petugas dan dukungan peserta magang, kami berharap proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Suharno.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program budidaya melon di greenhouse diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan sebagai persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi keterampilan yang bernilai ekonomis. Oleh karena itu, kami terus mendorong warga binaan untuk belajar dan terlibat aktif dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari perawatan hingga panen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tambahnya.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan sinergi antara warga binaan, petugas pemasyarakatan, serta peserta magang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian di dalam lapas.
Melalui kegiatan pemupukan melon yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.(hil)












