majalahsuaraforum.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan menerima kunjungan kerja Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan wakilnya, Hj. Balgis Diab, serta OPD Pemerintah Kota Pekalongan dalam rangka studi tiru program ketahanan pangan bidang unggas, peternakan ayam dan bebek petelur, Selasa (4/8). Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan.
Kunjungan tersebut merupakan wujud sinergi antarlembaga dalam mendukung Program Asta Cita Presiden dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Lapas Terbuka Nusakambangan dalam menciptakan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, beserta jajaran. Selanjutnya, rombongan diajak berkeliling meninjau peternakan unggas mulai dari peternakan ayam petelur dilanjutkan dengan peternakan bebek yang dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Selain melihat peternakan unggas, rombongan juga memperoleh pemaparan mengenai berbagai program pembinaan kemandirian yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga binaan. Melalui program tersebut, warga binaan dibekali kemampuan teknis, etos kerja, dan pengalaman yang diharapkan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi berbagai inovasi pembinaan yang telah dikembangkan di Lapas Terbuka Nusakambangan. Menurutnya, konsep pembinaan yang dipadukan dengan pengembangan sektor peternakan unggas dan pertanian merupakan langkah strategis dalam membentuk warga binaan yang produktif.
“Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan bahwa Lapas Terbuka Nusakambangan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia. Program ketahanan pangan yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan seperti ini patut diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam memperkuat kolaborasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Wali Kota Pekalongan.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, menegaskan “Lapas Terbuka Nusakambangan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif melalui program ketahanan pangan dan pelatihan keterampilan. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kembali hidup mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program-program pembinaan yang berdampak nyata,” ujar Ario Galih Maduseno.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan diskusi mengenai peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Pekalongan dan Lapas Terbuka Nusakambangan dalam pengembangan sektor pertanian, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat semakin memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.(hil)










