Home / Nasional / Dampak Kemarau Panjang, Delapan Kecamatan di Jember Alami Kekurangan Air Bersih

Dampak Kemarau Panjang, Delapan Kecamatan di Jember Alami Kekurangan Air Bersih

majalahsuaraforum.com – Musim kemarau yang berlangsung lama di wilayah Pulau Jawa kini mulai memicu krisis ketersediaan air bersih di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah daerah mencatat setidaknya delapan kecamatan terdampak kekeringan akibat menyusutnya debit sumber air alami maupun sumur warga.

Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat. Selama sebulan terakhir, banyak sumur warga mengalami penurunan debit drastis, bahkan sebagian sudah benar-benar kering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini bergantung pada sisa mata air yang masih ada serta bantuan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.

“Sudah satu bulan air di sini sulit didapat. Biasanya warga mengambil dari sumber mata air, tapi sekarang sumbernya pun mulai mengering. Syukurnya ada bantuan air dari BPBD setiap dua hari sekali, jadi untuk kebutuhan dasar masih cukup,” ungkap Wiwid Bawon Rejeki, Ketua RT Dusun Kidul, pada Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan data resmi BPBD Kabupaten Jember, dari delapan kecamatan yang terdampak, lima di antaranya masuk kategori kerawanan tinggi, sedangkan tiga sisanya berada pada tingkat kerawanan rendah.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bantuan air bersih kini diprioritaskan ke wilayah dengan risiko paling tinggi. “Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih setiap dua hari sekali ke Dusun Bunder, Kecamatan Pakusari yang dihuni 125 keluarga. Selain itu, penyaluran juga dilakukan ke Dusun Kidul dan Dusun Karangpring di Kecamatan Kalisat dengan total 325 keluarga penerima manfaat,” jelasnya.

Penanganan kondisi ini merujuk pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026. Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pemerintah desa untuk segera melaporkan jika di wilayahnya mulai terjadi krisis air, agar bantuan bisa segera disalurkan.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh