Home / Olahraga / Pantai Gading Kehilangan Elye Wahi Saat Hadapi Jerman di Piala Dunia 2026

Pantai Gading Kehilangan Elye Wahi Saat Hadapi Jerman di Piala Dunia 2026

majalahsuaraforum.com – Tim nasional Pantai Gading dipastikan tidak akan diperkuat penyerang andalannya, Elye Wahi, dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 melawan Jerman yang dijadwalkan berlangsung di Toronto, Kanada, pada Sabtu (20/6/2026). Absennya pemain berusia 23 tahun itu berkaitan dengan persoalan administrasi masuk ke Kanada yang belum terselesaikan di tengah penyelidikan dugaan pengaturan skor yang sedang berlangsung.

Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) mengonfirmasi bahwa Wahi tidak dapat bergabung dengan skuad yang bertolak ke Kanada karena izin administrasi yang diperlukan belum diperoleh.

“Perizinan administratif yang diperlukan untuk masuk ke wilayah Kanada belum dapat diperoleh pada tahap ini,” demikian pernyataan federasi.

Akibat kendala tersebut, Wahi akan tetap berada di Amerika Serikat selama tim nasional Pantai Gading menjalani pertandingan di Kanada. Ia baru akan kembali bergabung setelah rombongan tim menyelesaikan agenda mereka dan kembali ke Amerika Serikat.

Tetap Tampil pada Laga Perdana Sebelum menghadapi masalah administrasi tersebut, Wahi sempat tampil sebagai starter ketika Pantai Gading meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador pada pertandingan pembuka fase grup yang berlangsung di Philadelphia pada 15 Juni 2026.

Penampilannya saat itu menjadi bagian penting dalam keberhasilan Pantai Gading mengamankan tiga poin perdana di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Dugaan Pengaturan Skor Jadi Sorotan Nama Elye Wahi mulai menjadi perhatian setelah muncul dalam penyelidikan terkait dugaan pengaturan skor yang sedang ditangani otoritas Prancis. Kasus tersebut bermula ketika Liga Prancis mendeteksi aktivitas taruhan yang dianggap tidak wajar dari berbagai negara menjelang pertandingan Ligue 1 antara Nice dan Metz pada 17 Mei 2026.

Taruhan yang menjadi perhatian berfokus pada kemungkinan Wahi menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Pada laga yang berakhir imbang tanpa gol itu, Wahi memang mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Temuan aktivitas taruhan yang mencurigakan kemudian dilaporkan kepada kepolisian, regulator perjudian, serta Federasi Sepak Bola Prancis untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sempat Dimintai Keterangan Kantor Kejaksaan Marseille mengungkapkan bahwa seorang pemain profesional berusia 23 tahun yang berkompetisi di Ligue 1 sempat diamankan untuk dimintai keterangan pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari proses investigasi.

Penyidikan yang dilakukan mencakup sejumlah dugaan pelanggaran serius, antara lain penipuan terorganisasi, korupsi olahraga terorganisasi, penadahan, hingga tindak pidana pencucian uang.

Meski demikian, setelah menjalani pemeriksaan, pemain tersebut tidak ditahan dan diperbolehkan kembali menjalankan aktivitasnya sambil menunggu perkembangan proses hukum yang masih berlangsung.

Hingga saat ini, Elye Wahi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan maupun penyelidikan yang menyeret namanya.

Federasi Berikan Dukungan Penuh Di tengah situasi yang sedang dihadapi pemain tersebut, Federasi Sepak Bola Pantai Gading menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada Wahi. Pihak federasi juga menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi terkait proses hukum ataupun persoalan administrasi yang berkaitan langsung dengan pemain tersebut.

“Dalam periode yang sangat sensitif ini, FIF memberikan dukungan penuh kepada pemain dan tetap menaruh kepercayaan kepadanya. Elye Wahi tetap menjadi anggota penting tim nasional Pantai Gading,” tulis federasi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa federasi masih menaruh kepercayaan kepada sang pemain sembari menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas terkait.

Tampil Menonjol Bersama Nice Terlepas dari persoalan yang tengah dihadapi, performa Wahi sepanjang paruh kedua musim lalu terbilang cukup impresif. Setelah bergabung dengan Nice sebagai pemain pinjaman dari klub Jerman, Eintracht Frankfurt, pada Januari 2026, ia berhasil mencetak sembilan gol dari 18 pertandingan di seluruh kompetisi.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada laga play-off promosi dan degradasi Ligue 1. Dalam pertandingan tersebut, Wahi mencetak dua gol yang membantu Nice meraih kemenangan 4-1 atas AS Saint-Étienne sekaligus memastikan klub tersebut tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Prancis.

Kini, Pantai Gading harus menghadapi tantangan berat melawan Jerman tanpa kehadiran salah satu penyerang utamanya, sementara masa depan Wahi masih menunggu kejelasan terkait proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh