Home / Olahraga / Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, John Herdman Diminta Fokus Benahi Kedalaman Skuad

Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, John Herdman Diminta Fokus Benahi Kedalaman Skuad

majalahsuaraforum.com – Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura menjadi bahan evaluasi bagi skuad Garuda. Namun, hasil tersebut dinilai belum menjadi alasan untuk mengganti pelatih kepala John Herdman.

Pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, justru meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan kesempatan kepada Herdman untuk melanjutkan proses pembangunan tim. Menurutnya, target utama kepemimpinan Herdman sejak awal bukan sekadar pencapaian di Piala AFF, melainkan kesiapan Timnas Indonesia menghadapi persaingan di Piala Asia.

“Sejak John Herdman menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026, saya selalu menekankan tolok ukur utamanya adalah Piala Asia, bukan Piala AFF. Piala AFF seharusnya menjadi laboratorium ujian untuk membangun kedalaman skuad (lapisan pemain) yang mumpuni. Sayangnya, sejauh ini, misi tersebut belum berhasil,” ujar Anton di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kedalaman Skuad Masih Jadi Persoalan Pria yang dikenal dengan sapaan Joy itu menilai hasil pertandingan kontra Singapura memperlihatkan sejumlah persoalan yang masih harus segera dibenahi. Salah satunya terlihat ketika Timnas Indonesia kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Menurut Joy, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas pemain pelapis yang dimiliki Indonesia belum cukup kuat untuk menghadapi persaingan di kawasan Asia Tenggara.

Ia menilai persoalan tersebut menjadi semakin penting karena level persaingan yang akan dihadapi Timnas Indonesia di Piala Asia jauh lebih tinggi. Skuad Garuda nantinya berpotensi menghadapi negara-negara dengan kualitas pemain dan kedalaman tim yang lebih baik, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Karena itu, kegagalan di Piala AFF 2026 seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan tim sebelum menghadapi turnamen dengan level persaingan yang lebih berat.

Herdman Diminta Tidak Dipecat Joy kemudian menyampaikan tiga rekomendasi kepada PSSI dan John Herdman. Rekomendasi pertama adalah memastikan keberlanjutan pelatih dan menghindari keputusan yang diambil secara tergesa-gesa.

Menurutnya, pergantian pelatih pada tahap ini justru berpotensi mengganggu fondasi yang sedang dibangun oleh Herdman bersama Timnas Indonesia.

“Herdman tidak boleh dipecat. Proses ini masih berjalan, dan pergantian pelatih saat ini hanya akan merusak fondasi yang sedang dibangun,” tegas Joy.

Ia menilai proses membangun sebuah tim membutuhkan waktu. Karena itu, evaluasi terhadap Herdman tetap diperlukan, tetapi tidak harus berujung pada pemecatan.

Taktik dan Komposisi Pemain Harus Dievaluasi Rekomendasi kedua berkaitan dengan pendekatan taktik yang digunakan Herdman. Joy meminta pelatih asal Inggris tersebut lebih realistis dalam menentukan skema permainan berdasarkan kualitas pemain yang tersedia.

Menurutnya, sebuah formasi tidak dapat diterapkan secara maksimal apabila karakteristik dan kemampuan pemain tidak mendukung sistem tersebut.

“Skema seperti 3-4-3 harus dievaluasi ulang jika kualitas bek tengah yang tersedia tidak memenuhi syarat,” tambahnya.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar strategi yang digunakan Timnas Indonesia benar-benar sesuai dengan kemampuan pemain, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Perkuat Komunikasi dengan Klub Rekomendasi ketiga adalah meningkatkan komunikasi antara Herdman dengan klub-klub sepak bola dalam negeri. Joy menilai kerja sama tersebut diperlukan untuk membantu pelatih Timnas Indonesia memantau perkembangan pemain secara lebih luas.

Herdman didorong untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan para pelatih di Liga Super dan Divisi 1. Dengan hubungan yang lebih erat, pemantauan terhadap pemain lokal maupun pencarian talenta baru dapat dilakukan secara lebih optimal.

Joy menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat kedalaman skuad Indonesia, terutama karena kebutuhan pemain berkualitas tidak hanya dapat dipenuhi dari nama-nama yang selama ini menjadi langganan tim nasional.

Waktu Menuju Piala Asia Semakin Terbatas Dengan waktu persiapan menuju Piala Asia yang semakin pendek, Joy menilai Herdman kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan kualitasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Kegagalan di Piala AFF harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kelemahan, bukan semata-mata menjadi dasar untuk mengambil keputusan drastis.

Herdman dituntut mampu memperbaiki strategi, meningkatkan kualitas permainan, sekaligus memaksimalkan potensi pemain Indonesia agar skuad Garuda memiliki daya saing ketika menghadapi tim-tim elite Asia.

“Herdman dibayar mahal untuk membawa Timnas bersaing di level elite Asia. Waktu menuju Piala Asia semakin sempit. Ini saatnya bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan potensi pemain Indonesia,” pungkas Joy.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh