Home / Nasional / Pemerintah Perketat Evaluasi Layanan Kesehatan Haji Setelah Angka Kematian Jemaah Capai 240 Orang

Pemerintah Perketat Evaluasi Layanan Kesehatan Haji Setelah Angka Kematian Jemaah Capai 240 Orang

majalahsuaraforum.com – Pemerintah menjadikan aspek layanan kesehatan sebagai salah satu fokus utama evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 setelah jumlah jemaah Indonesia yang wafat selama musim haji tercatat mencapai sekitar 240 orang. Angka tersebut dinilai masih berada di atas target yang diharapkan pemerintah.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa hasil evaluasi awal menunjukkan perlunya penguatan sistem pelayanan kesehatan bagi jemaah agar angka kematian dapat terus ditekan pada pelaksanaan haji tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, salah satu rekomendasi yang disampaikan oleh tim Amirul Hajj adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan sejak awal keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Jumlah yang meninggal ada 240 sekian. Ini memang sudah ada perbaikan dibanding tahun lalu, tetapi masih jauh dari harapan kita. Kita berharap angkanya berada di sekitar 150 orang, tetapi ternyata masih melampaui target yang diharapkan,” ujar Irfan Yusuf di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).

Selain persoalan kesehatan, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap berbagai layanan yang diberikan selama fase puncak ibadah haji, khususnya di kawasan Mina yang setiap tahun menjadi titik konsentrasi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Irfan menjelaskan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan area di Mina menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan layanan. Jika kawasan Arafah memiliki luas sekitar 17 kilometer persegi, wilayah Mina hanya memiliki luas sekitar 8 hingga 9 kilometer persegi. Dari jumlah tersebut, area yang dapat dimanfaatkan secara optimal bahkan kurang dari 5 kilometer persegi karena sebagian wilayah berupa pegunungan batu.

Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan jemaah sangat tinggi sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih cermat dalam aspek akomodasi, mobilitas, maupun pelayanan umum.

“Terjadi penempatan jumlah jemaah yang sangat besar di Mina sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan yang optimal,” katanya.

Pemerintah juga menyoroti pelaksanaan layanan transportasi selama fase Armuzna, yaitu pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya ke Mina. Meski terdapat beberapa keterlambatan pada sejumlah titik, secara umum proses perpindahan jemaah dinilai berjalan sesuai rencana.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah keberhasilan memindahkan seluruh jemaah dari Muzdalifah ke Mina sebelum pukul 07.00 waktu setempat. Dengan demikian, para jemaah tidak harus berlama-lama menunggu di bawah cuaca panas yang berpotensi mengganggu kondisi kesehatan mereka.

Di sisi lain, layanan bus selawat yang melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram juga dinilai berjalan cukup baik selama musim haji tahun ini. Meskipun demikian, pemerintah tetap akan melakukan penyempurnaan agar layanan transportasi semakin nyaman dan waktu tunggu jemaah dapat diminimalkan.

Menurut Irfan, seluruh hasil evaluasi yang dilakukan akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya. Fokus utama perbaikan akan diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan, penyempurnaan sistem transportasi, serta peningkatan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Pemerintah berharap berbagai langkah evaluasi dan perbaikan tersebut dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia sekaligus menurunkan angka kematian jemaah pada musim haji mendatang.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh